Dinas PUPR bangun talud antisipasi longsor
Rabu, 20 September 2017 14:09 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/Nur Muhammad)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selan membangun talud atau tembok penahan pada dinding ruas Jalan Ogan IV Desa Tanjung Baru guna mengantisipasi terjadinya longsor.
"Pembangunan talud untuk mengantisipasi longsor agar jalan tidak putus," ka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentan Rung (PUPR) Ogan Komering Ulu (OKU), Helman di Baturaja, Rabu.
Menurut dia, pembangunan talud sepanjang 28 meter dan dilengkapi dengan bronjong itu sudah dilakukan sejak Agustus dan ditargetkan akan selesai pada September mendatang.
"Nilai anggaran pembangan talud sekitar Rp300juta dengan panjang 28 meter dan lebar dua meter," ungkapnya.
Selain mengantisipasi longsor, kata dia, pembuatan talud dilakukan agar lokasi tersebut tidak dijadikan masyarakat di wilayah itu sebagai tempat pembuangan sampah.
Ia berharap, masyarakat menjaga kebersihan dengan tidak lagi menjadikan lokasi pembangunan talud tempat membuang sampah hingga menumpuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.
"Setiap melintas di lokasi pasti mencium bau sampah yang menumpuk. Dengan dibangunnya talud, mudah-mudahan masyarakat tidak membuang sampah disana lagi," kata Panda, warga Baturaja salah satu pengguna jalan saat dikonfirmasi secara terpisah.
Selain tumpukan sampah kata Panda, di lokasi yang sedang dibangun talud tersebut banyak terdapat hewan liar seperti monyet dan babi hutan mencul dari kawasan tumpukan sampah.
"Pembanguan talud dan bronjong sangat bermanfaat karena selain lokasi pengerjaan bersih dari sampah, pengguna jalan tidak perlu takut lagi terjadi longsor," ujarnya.
"Pembangunan talud untuk mengantisipasi longsor agar jalan tidak putus," ka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentan Rung (PUPR) Ogan Komering Ulu (OKU), Helman di Baturaja, Rabu.
Menurut dia, pembangunan talud sepanjang 28 meter dan dilengkapi dengan bronjong itu sudah dilakukan sejak Agustus dan ditargetkan akan selesai pada September mendatang.
"Nilai anggaran pembangan talud sekitar Rp300juta dengan panjang 28 meter dan lebar dua meter," ungkapnya.
Selain mengantisipasi longsor, kata dia, pembuatan talud dilakukan agar lokasi tersebut tidak dijadikan masyarakat di wilayah itu sebagai tempat pembuangan sampah.
Ia berharap, masyarakat menjaga kebersihan dengan tidak lagi menjadikan lokasi pembangunan talud tempat membuang sampah hingga menumpuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.
"Setiap melintas di lokasi pasti mencium bau sampah yang menumpuk. Dengan dibangunnya talud, mudah-mudahan masyarakat tidak membuang sampah disana lagi," kata Panda, warga Baturaja salah satu pengguna jalan saat dikonfirmasi secara terpisah.
Selain tumpukan sampah kata Panda, di lokasi yang sedang dibangun talud tersebut banyak terdapat hewan liar seperti monyet dan babi hutan mencul dari kawasan tumpukan sampah.
"Pembanguan talud dan bronjong sangat bermanfaat karena selain lokasi pengerjaan bersih dari sampah, pengguna jalan tidak perlu takut lagi terjadi longsor," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pembangunan penahan tanah bantaran Jembatan Sungai Enim segera dilanjutkan
25 April 2024 15:46 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu 11 Maret 2026, waspadai hujan ringan pada siang hari
11 March 2026 8:41 WIB
Daftar wilayah banjir Jakarta Minggu ini: Pela Mampang jadi titik terdalam hingga 150 cm
08 March 2026 8:13 WIB
Banjir terjang 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang, ketinggian air capai 1,5 meter
08 March 2026 7:22 WIB
Tim SAR gabungan selamatkan empat awak KLM Putra Kelana yang bocor di Natuna
06 March 2026 11:12 WIB