Kasal sambut kedatangan KRI Nagapasa dari Korea
Senin, 28 Agustus 2017 16:32 WIB
Ilustrasi- Kapal perang. (Antarasumsel.com/Ist)
Surabaya (ANTARA Sumsel) - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi didampingi Panglima Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto menyambut kedatangan kapal selam diesel elektrik KRI Nagapasa- 403 dari Korea Selatan.
"Kapal ini dibangun PT PAL di Korea Selatan dalam rangka alih ilmu dan teknologi," katanya, di sela penyambutan di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin.
Dia mengatakan kapal selam kelas 209/1400 ini adalah pesanan pertama dari sebanyak tiga unit kapal yang dipesan di PT PAL.
"Kapal pesanan kedua masih dikerjakan di Korea Selatan, baru pada pesanan ketiga dikerjakan di galangan PT PAL," katanya.
Ade menyebut pengerjaan dengan sistem alih ilmu dan teknologi semacam ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan PT PAL, yang pada gilirannya dapat membangun kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan alutsista TNI.
Lebih lanjut dia mejelaskan Nagapasa yang dijadikan nama pada kapal pesanan pertama ini diambil berdasarkan nama senjata berupa panah milik tokoh pewayangan Indrajit, putera mahkota negara Alengka.
"Senjata ini saat dilepaskan memiliki keistimewaan yaitu dapat mengeluarkan ular yang tidak terbilang jumlahnya dan menyerang musuh dengan ganas. Hal ini mengandung makna bahwa dengan hadirnya KRI Nagapasa- 403 di jajaran TNI Angkatan Laut dapat memberikan daya tangkal di kawasan regional. Selain itu menambah eksistensi TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas dan berperan aktif memperkuat pertahanan negara," katanya, menjelaskan.
KRI Nagapasa tergolong super canggih, dilengkapi dengan "torpedo black shark" sepanjang 6,3 meter dengan diameter 533 milimeter, yang memiliki jarak luncur ideal 50 kilometer berkecepatan 50 knot.
Kasal Ade Supandi berharap seluruh prajurit KRI Nagapasa dapat menjalankan amanah yang telah diberikan oleh rakyat dan negara, dengan terus meningkatkan dedikasi dan profesionalitas prajurit matra laut, serta memelihara dan mempergunakan alusista tersebut sebaik-baiknya.
"Kapal ini dibangun PT PAL di Korea Selatan dalam rangka alih ilmu dan teknologi," katanya, di sela penyambutan di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin.
Dia mengatakan kapal selam kelas 209/1400 ini adalah pesanan pertama dari sebanyak tiga unit kapal yang dipesan di PT PAL.
"Kapal pesanan kedua masih dikerjakan di Korea Selatan, baru pada pesanan ketiga dikerjakan di galangan PT PAL," katanya.
Ade menyebut pengerjaan dengan sistem alih ilmu dan teknologi semacam ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan PT PAL, yang pada gilirannya dapat membangun kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan alutsista TNI.
Lebih lanjut dia mejelaskan Nagapasa yang dijadikan nama pada kapal pesanan pertama ini diambil berdasarkan nama senjata berupa panah milik tokoh pewayangan Indrajit, putera mahkota negara Alengka.
"Senjata ini saat dilepaskan memiliki keistimewaan yaitu dapat mengeluarkan ular yang tidak terbilang jumlahnya dan menyerang musuh dengan ganas. Hal ini mengandung makna bahwa dengan hadirnya KRI Nagapasa- 403 di jajaran TNI Angkatan Laut dapat memberikan daya tangkal di kawasan regional. Selain itu menambah eksistensi TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas dan berperan aktif memperkuat pertahanan negara," katanya, menjelaskan.
KRI Nagapasa tergolong super canggih, dilengkapi dengan "torpedo black shark" sepanjang 6,3 meter dengan diameter 533 milimeter, yang memiliki jarak luncur ideal 50 kilometer berkecepatan 50 knot.
Kasal Ade Supandi berharap seluruh prajurit KRI Nagapasa dapat menjalankan amanah yang telah diberikan oleh rakyat dan negara, dengan terus meningkatkan dedikasi dan profesionalitas prajurit matra laut, serta memelihara dan mempergunakan alusista tersebut sebaik-baiknya.
Pewarta : Slamet Agus Sudarmojo/ Hanif Nashrullah
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sering jadi sasaran "prank", Damkar Kota Semarang laporkan pelaku laporan palsu
25 April 2026 9:09 WIB
Roziana Cindy rilis single debut "Paling Sejati" bersama Ade Govinda
22 November 2024 14:57 WIB, 2024
Raih perak untuk Sumsel, cedera Rahmad tak mungkinkan tampil di final
15 September 2024 16:28 WIB, 2024
Vokalis band SORE Ade Paloh meninggal dunia, sempat akan antar istri ngantor
19 March 2024 16:05 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB