Duku OKU tak berbuah lebat
Kamis, 26 Januari 2017 17:17 WIB
Buah Duku (Antarasumsel.com/Feny Selly/Ang)
Baturaja (Antarasumsel.com) - Sejumlah pohon duku di perkebunan milik warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dalam dua tiga tahun terakhir tidak lagi berbuah lebat, sehingga ketika musim panen hasilnya tidak memuaskan.
Kalaupun berbuah, ketika panen hasilnya tidak banyak sehingga memicu harga jual di pasaran menjadi tinggi, kata Jumroni, petani pemilik kebun duku di Desa Kepayang dan Kedondong Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis.
Menurut dia, hasil panen buah duku di daerah sekitarnya itu tak begitu memuaskan petani, sehingga ketika dijual di pasaran tidak sebanding dengan pengeluaran biaya pemeliharaan selama setahun.
Ia mengaku, tidak mengetahui penyebab pohon dukunya tidak berbuah lebat, namun yang jelas banyak pohon duku mati.
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) OKU, Joni Saihu, menjelaskan matinya batang duku di daerah ini lantaran kebanyakan berada di lembak atau di dataran rendah.
"Karena berada di dataran rendah, mudah tergenang air. Juga pohon duku mudah diserang penyakit dan akhirnya banyak yang mati," kata Joni.
Selain itu lanjut dia, matinya tanaman duku ini bisa jadi karena kurangnya unsur hara tanah.
Terlebih lagi kebanyakan tanaman duku di OKU ini bukan hasil budidaya, melainkan tanaman peninggalan dari pendahulu bahkan sudah ada yang berumur puluhan tahun.
"Pohon duku kami kebanyakan duku alam bukan hasil budidaya, bahkan ada yang sudah berumur puluhan tahun. Sementara asupannya tidak ada. Jadi bisa jadi karena kurang unsur hara," jelasnya.
Ke depan, pihaknya mencoba meneliti lagi apa yang jadi penyebab kematian batang duku di daerah ini.
Kalaupun berbuah, ketika panen hasilnya tidak banyak sehingga memicu harga jual di pasaran menjadi tinggi, kata Jumroni, petani pemilik kebun duku di Desa Kepayang dan Kedondong Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis.
Menurut dia, hasil panen buah duku di daerah sekitarnya itu tak begitu memuaskan petani, sehingga ketika dijual di pasaran tidak sebanding dengan pengeluaran biaya pemeliharaan selama setahun.
Ia mengaku, tidak mengetahui penyebab pohon dukunya tidak berbuah lebat, namun yang jelas banyak pohon duku mati.
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) OKU, Joni Saihu, menjelaskan matinya batang duku di daerah ini lantaran kebanyakan berada di lembak atau di dataran rendah.
"Karena berada di dataran rendah, mudah tergenang air. Juga pohon duku mudah diserang penyakit dan akhirnya banyak yang mati," kata Joni.
Selain itu lanjut dia, matinya tanaman duku ini bisa jadi karena kurangnya unsur hara tanah.
Terlebih lagi kebanyakan tanaman duku di OKU ini bukan hasil budidaya, melainkan tanaman peninggalan dari pendahulu bahkan sudah ada yang berumur puluhan tahun.
"Pohon duku kami kebanyakan duku alam bukan hasil budidaya, bahkan ada yang sudah berumur puluhan tahun. Sementara asupannya tidak ada. Jadi bisa jadi karena kurang unsur hara," jelasnya.
Ke depan, pihaknya mencoba meneliti lagi apa yang jadi penyebab kematian batang duku di daerah ini.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Angin puting beliung rusak empat sekolah di OKU Selatan, tak ada korban jiwa
05 April 2026 21:12 WIB
Pohon tumbang tutup jalan di tiga kecamatan OKU Timur, lalu lintas dempat lumpuh
04 April 2026 19:49 WIB
Pohon tumbang di Jalinsum OKU dievakuasi, arus lalu lintas kembali normal
23 February 2026 17:22 WIB
Rayakan HUT ke-11, PT SBS komitmen wujudkan generasi sehat dan gelar penanaman pohon
03 February 2026 19:51 WIB
BPBD OKU evakuasi pohon tumbang di jalan penghubung Kecamatan Pengandonan dan Ulu Ogan
30 November 2025 9:50 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB