Pedagang pecel lele terpaksa kurangi takaran cabai
Sabtu, 14 Januari 2017 8:35 WIB
Salah satu warung pecel lele disudut Kota Palembang yang terpaksa mengurangi takaran cabai (Antarasumsel.com/17/M Syafei/i016)
Palembang (Antarasumsel.com) - Para pedagang pecel lele di Kota Palembang terpaksa mengurangi takaran cabai pada sambal yang dibuat menyusul tingginya harga komoditas pertanian itu di pasaran dalam beberapa pekan terakhir ini, serta berkurangnya pasokan dari sentra produksi cabai.
Salah satu pedagang pecel lele Anisa (36) di Plaju, Palembang, Jumat (14/1) malam mengatakan, pengurangan cabai pada bumbu sambal yang dibuat untuk menekan biaya pengeluaran.
"Jika biasanya satu toples sambal yang kami buat itu menggunakan cabai 4 kg, tapi karena kenaikan harga cabai yang meroket terpaksa kami mengurangi setengah sampai 1 kg," katanya, jika tidak mengurangi takaran cabai maka pendapatan bisa berkurang.
Salah satu konsumen pecel lele Riko Ariwibowo (21) kepada pewarta Antarasumsel.com mengatakan, rasa pedas sambalnya sedikit berkurang.
"Sambalnya encer, mungkin kebanyakan tomat dibanding cabai, ya ini pasti dampak dari harga cabai yang meroket," kata Riko.
Namun, Siti Ningsih (45) yang juga merupakan pedagang pecel lele lainnya justru menyayangkan jika ada pedagang pecel lele mengurangi takaran cabai, sebab itu akan berdampak berkurangnya pembeli.
"Harapan saya kepada pemerintah agar cepat menormalkan lagi harga cabai di pasaran, karena jika terus begini akan merusak harga pecel lele yang kami jual," katanya.
Harga cabai merah di pasar-pasar tradisional di Palembang saat ini berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp80.000 perkilogram, sementara kebutuhan untuk masyarakat tidak sebanding dengan jumlah pasokan.
Kebutuhan masyarakat Palembang terhadap cabai lebih kurang 20 ton perhari sedangkan pasokan hanya mampu terpenuhi sekitar 10 ton.
Salah satu pedagang pecel lele Anisa (36) di Plaju, Palembang, Jumat (14/1) malam mengatakan, pengurangan cabai pada bumbu sambal yang dibuat untuk menekan biaya pengeluaran.
"Jika biasanya satu toples sambal yang kami buat itu menggunakan cabai 4 kg, tapi karena kenaikan harga cabai yang meroket terpaksa kami mengurangi setengah sampai 1 kg," katanya, jika tidak mengurangi takaran cabai maka pendapatan bisa berkurang.
Salah satu konsumen pecel lele Riko Ariwibowo (21) kepada pewarta Antarasumsel.com mengatakan, rasa pedas sambalnya sedikit berkurang.
"Sambalnya encer, mungkin kebanyakan tomat dibanding cabai, ya ini pasti dampak dari harga cabai yang meroket," kata Riko.
Namun, Siti Ningsih (45) yang juga merupakan pedagang pecel lele lainnya justru menyayangkan jika ada pedagang pecel lele mengurangi takaran cabai, sebab itu akan berdampak berkurangnya pembeli.
"Harapan saya kepada pemerintah agar cepat menormalkan lagi harga cabai di pasaran, karena jika terus begini akan merusak harga pecel lele yang kami jual," katanya.
Harga cabai merah di pasar-pasar tradisional di Palembang saat ini berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp80.000 perkilogram, sementara kebutuhan untuk masyarakat tidak sebanding dengan jumlah pasokan.
Kebutuhan masyarakat Palembang terhadap cabai lebih kurang 20 ton perhari sedangkan pasokan hanya mampu terpenuhi sekitar 10 ton.
Pewarta : Muhamad Syafei
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sinar Mas Agribusiness and Food perkuat ekonomi desa melalui budidaya lele berbasis teknologi
12 March 2026 15:40 WIB
Benarkah lele yang disebar ke saluran air mampu cegah DBD, ini argumennya
26 March 2024 4:05 WIB, 2024
Pemkab Muara Enim fasilitasi pelatihan budidaya lele kepada 10 PPKS
28 November 2023 22:13 WIB, 2023
Fakultas Perikanan Unsri edukasi budidaya lele bioflok di pesantren Ogan Ilir
17 October 2023 12:02 WIB, 2023
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Kota Palembang 8 Maret 2026: BMKG prediksi sebagan besar berawan
08 March 2026 8:09 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang 6 Maret 2026: BMKG prediksi diguyur hujan ringan
06 March 2026 11:23 WIB