OKI programkan "gertak birahi" tingkatkan produksi sapi
Rabu, 4 Januari 2017 16:11 WIB
Kabupaten Ogan Komering Ilir (Foto Antarasumsel.com/Grafis/Ag)
Kayuagung (Antarasumsel.com) - Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan memprogramkan Gertak Birahi yakni menyerentakan birahi ternak untuk memudahkan proses kawin dengan teknik inseminasi buatan dalam upaya peningkatan produksi daging sapi.
Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar di Kayuagung, Rabu, mengatakan, program ini mulai dijalankan pada Desember 2016 dan akan terus dilanjutkan pada 2017.
"Beberapa waktu lalu kami disibukkan dengan kekurangan pasokan daging hingga harus impor dari luar, ini berarti swasembada daging kami belum siap. Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan produktivitas peternakan sapi," kata Iskandar.
Iskandar menjelaskan bahwa Ogan komering Ilir memiliki potensi tinggi pada bidang pertanian dan peternakan baik dari segi lahan maupun pakan.
Untuk itu, pemerintah kabupaten berkeinginan mengintegrasikan pertanian dan peternakan melalui program tiada tani tanpa ternak.
"Artinya petani juga harus memiliki hewan ternak agar dapat meningkatkan pendapatannya," kata dia.
Kasubdid Kelembagaan dan Sumber daya kesehatan Kementerian Pertanian Irvansyah Batubara mengatakan, ke depan Kementan akan meningkatkan produktivitas sapi di dalam negeri dengan Gertak Birahi.
Hanya saja, lanjut dia, yang perlu diperhatikan dalam program ini adalah kondisi sapi betina.
Untuk program ini dibutuhkan setidaknya impor sapi indukan sebanyak 30.000 ekor, dan sapi bibit 1.200 ekor.
"Dengan tingkat keberhasilan 20 persen, diharapkan dalam setahun mendatang bisa diproduksi 1,6 juta ekor sapi. Dalam 3-4 tahun impor (sapi) bisa diselesaikan (dikurangi)," kata dia.
Sementara itu, populasi ternak sapi di Kabupaten OKI hingga 2015 sebanyak 26.246 ekor dan kerbau sebanyak 10.337 ekor.
Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar di Kayuagung, Rabu, mengatakan, program ini mulai dijalankan pada Desember 2016 dan akan terus dilanjutkan pada 2017.
"Beberapa waktu lalu kami disibukkan dengan kekurangan pasokan daging hingga harus impor dari luar, ini berarti swasembada daging kami belum siap. Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan produktivitas peternakan sapi," kata Iskandar.
Iskandar menjelaskan bahwa Ogan komering Ilir memiliki potensi tinggi pada bidang pertanian dan peternakan baik dari segi lahan maupun pakan.
Untuk itu, pemerintah kabupaten berkeinginan mengintegrasikan pertanian dan peternakan melalui program tiada tani tanpa ternak.
"Artinya petani juga harus memiliki hewan ternak agar dapat meningkatkan pendapatannya," kata dia.
Kasubdid Kelembagaan dan Sumber daya kesehatan Kementerian Pertanian Irvansyah Batubara mengatakan, ke depan Kementan akan meningkatkan produktivitas sapi di dalam negeri dengan Gertak Birahi.
Hanya saja, lanjut dia, yang perlu diperhatikan dalam program ini adalah kondisi sapi betina.
Untuk program ini dibutuhkan setidaknya impor sapi indukan sebanyak 30.000 ekor, dan sapi bibit 1.200 ekor.
"Dengan tingkat keberhasilan 20 persen, diharapkan dalam setahun mendatang bisa diproduksi 1,6 juta ekor sapi. Dalam 3-4 tahun impor (sapi) bisa diselesaikan (dikurangi)," kata dia.
Sementara itu, populasi ternak sapi di Kabupaten OKI hingga 2015 sebanyak 26.246 ekor dan kerbau sebanyak 10.337 ekor.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskominfo OKI edukasi warga mencegah penipuan digital catut nama pejabat
11 September 2026 21:20 WIB
101 pekebun sawit di Ogan Komering Ilir ikuti pelatihan penerapan standar ISPO
11 June 2026 5:40 WIB
Tim SAR cari seorang pria korban speedboat terbalik di perairan Ogan Komering Ilir
22 March 2026 17:01 WIB
Banjir di OKI Sumsel meluas ke enam kecamatan, BPBD ingatkan warga tingkatkan kewaspadaan
20 January 2026 7:15 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB