
APHI tinjau kesiapsiagaan pengendalian karhutla di Ogan Komering Ilir

Palembang (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso meninjau kesiapsiagaan sarana, prasarana, serta personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Firebase Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
"Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu (8/8) bertujuan memastikan kesiapan penanganan karhutla menjelang puncak musim kemarau 2026," kata Ketua APHI Komisariat Daerah (Komda) Sumsel Iwan Setiawan dalam rilisnya di Palembang, Selasa
Ia menyebutkan Firebase Sungai Baung merupakan pusat komando pengendalian karhutla milik perusahaan anggota APHI mitra APP Group, yakni PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries (SBA WI).
Ia menyampaikan bahwa Firebase Sungai Baung berfungsi sebagai pusat koordinasi berbasis data real-time untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Sementara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso mengatakan pencegahan dan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri.
"Kolaborasi lintas pihak diperlukan agar kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum meluas," katanya.
Ia menyampaikan sejak Mei 2026, mitra APP Group di OKI aktif membantu pemadaman di luar area konsesi. Pada awal Agustus, tim gabungan kembali dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di area perkebunan kelapa sawit PT Bintang Harapan Palma (BHP) yang berbatasan dengan wilayah PT BMH.
Operasi pemadaman tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari PT BMH, PT BAP, PT SBA WI, Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD. Pemadaman didukung oleh lima helikopter APP Group dan dua helikopter BPBD untuk aksi water bombing, serta dikerahkan 20 ekskavator, 10 kendaraan operasional, dan pemanfaatan sekat kanal untuk menjaga ketersediaan air.
Soewarso juga menyuarakan keprihatinannya atas kebakaran berulang di areal gambut PT BHP dan menekankan perlunya tata kelola baru yang terpadu di Areal Penggunaan Lain (APL) sekitar konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Fire Operation Management Head PT BAP Panji Bintoro menambahkan, pemantauan karhutla dilakukan 24 jam memanfaatkan citra satelit, Automatic Weather Station (AWS), Fire Danger Rating System (FDRS), serta pesawat nirawak (drone) berteknologi termal dan kecerdasan buatan dengan jangkauan deteksi hingga tujuh kilometer. Pencegahan juga diperkuat lewat patroli bersama TNI dan sosialisasi ke desa-desa sekitar.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
