London, (ANTARA Sumsel) - Jika Andy Murray bersyukur kepada Marin Cilic untuk memfasilitasi bangkitnya ia ke puncak pada bulan ini, itu bukan merupakan bukti saat ia menambahi petenis Kroasia itu dalam daftar panjang korban-korbannya di ATP World Tour Finals pada Senin.

Keberhasilan Cilic mengalahkan Novak Djokovic di Paris Masters membuka pintu bagi Murray untuk menghuni peringkat satu dunia, yang telah dikejarnya sepanjang karirnya.

Murray "membalas jasa" dengan kemenangan 6-3, 6-2 -- kemenangan beruntun ke-20nya -- meski pertandingan ini sama sekali tidak mudah, ketika Cilic berusaha merusak rekor indah sang petenis tuan rumah.

Empat penampilan seperti itu lagi di O2 Arena pada pekan ini semestinya menjamin petenis 29 tahun itu akan mengakhiri 2016 dengan menguasai daftar peringkat teratas.

Murray menelan kekalahan pada pertemuan terakhirnya dengan Cilic, pada final Cincinnati Masters pada Agustus, dan pada Rabu ia akan berhadapan dengan petenis Jepang Kei Nishikori, yang menghentikannya di perempat final AS Terbuka -- kekalahan terakhir Murray di ajang level Tour.

Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal Murray menang 6-2, 6-3 atas petenis Swiss Stan Wawrinka di Grup John McEnroe -- meski pertandingan yang berjalan berat sebelah itu terlihat dipengaruhi merosotnya permainan Wawrinka.

Murray mendapatkan grup yang terlihat lebih sulit dibandingkan Novak Djokovic, sosok yang ia singkirkan dan masih dapat merebut posisi teratas, namun ia lolos dari hadangan pertama dengan penampilan meyakinkan di depan para penonton yang menyambutnya layaknya pahlawan.

"Ini adalah sambutan yang hebat," kata Murray, petenis tunggal putra asal Britania pertama yang memuncaki daftar peringkat ATP, kepada para pewarta.

"Setelah beberapa bulan yang panjang, senang untuk mengetahui bahwa saya akan menutup tahun dengan bermain di suasana seperti ini. Ini membantu Anda menjalani pertandingan demi pertandingan."
Murray melakukan empat double fault saat melepaskan serve pada fase-fase awal pertandingan, dan diserang oleh Cilic.

Namun pada pertandingan pertamanya sejak secara resmi menduduki posisi puncak, ia memperlihatkan semua atribut yang membuat dirinya tidak terkalahkan sejak final Prancis Terbuka ketika ia takluk dari Djokovic.

Bahkan ketika Cilic mampu membatalkan break awal, Murray segera meresponnya untuk memimpin 3-1.

Ia menyulap ace menjadi break point pada game berikutnya, dan menampilkan permainan bagus untuk memenangi set pembukaan dalam waktu 45 menit.

Cilic kembali memiliki peluang pada awal set kedua, namun jurstru Muray yang menggebrak pada game kelima dengan pukulan forehand kemenangan. Murray kemudian memastikan kemenangannya.

"Sedikit ketidak beruntungan untuk kalah 3-6, 2-6, ini terasa banyak, begitu ketat pada set pertama, di awal set kedua," kata Cilic, yang akan bermain melawan Wawrinka pada Rabu, kepada para pewarta.

Wawrinka akan perlu untuk meningkatkan permainannya.

Sang juara AS Terbuka mencatatkan lebih dari 30 unforced error saat melawan Nishikori pada pertandingan yang berjalan berat sebelah.

Wawrinka mencoba memperbaiki penampilan pada awal set kedua, melepaskan sejumlah pukulan backhand khasnya, namun ia terlihat seperti bayang-bayang petenis yang meraih gelar Grand Slam ketiga dengan mengalahkan Djokovic di New York pada September.

"Menurut saya, saya dapat bermain di level yang lebih baik pada hari ini. Saya mengharapkan pertandingan bagus. Itu tidak terjadi pada hari ini," kata Wawrinka.

Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024