PKL gerobak kuning dapat tempat di sriwedari
Jumat, 4 November 2016 12:32 WIB
Ilustrasi- Pedagang kaki lima. (Dolly Rosana/15)
Solo (ANTARA Sumsel) - Pedagang kaki lima gerobak kuning mendapat tempat di Shelter Sriwedari yang selesai dibangun pada Sabtu (12/11) dan pembagian shelter ke pedagang sudah dilakukan dengan sistem pengundian.
Pedagang mulai penempatan Sabtu(12/11) dan untuk peresmian direncanakan Jumat(18/11) oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, kata pendamping paguyuban PKL pusat kuliner Bon Rojo, Sukirno Saptorahardjo di Solo, Jumat.
Sebelum ditempati rencananya akan dilakukan kerja bakti bersama-sama dari pedagang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Untuk shelter sudah dilakukan pembagian ke pedagang dengan sistem diundi, nantinya setiap blok itu ada PKL yang jadi pengurus paguyupan.
Ia mengatakan ini dilakukan untuk pemantauan dan pengawasan PKL lain, jadi tahu mana PKL yang aktif dan mana yang tidak aktif. "Untuk jumlah pedagang saat ini ada 58 pedagang sebenar 60 pedagang namun dua pedagang meninggal dan shelter diserahkan ke Pemkot. Pengundian shelter berlangsung kondusif dan terbuka, jadi secara demokrasi," katanya.
Dikatakan bahkan pedagang sudah membuat surat pernyataan bermaterai untuk menempati shelter dan tidak akan di jual belikan, dilarang menggunakan gerobak, menjaga kebersihan, keamanan, maupun tidak boleh memasang penutup atau sekat di shelter.
Nantinya paguyupan berencana akan mengajukan permohonan bantuan etalase, meja dan kursi serta tempat sampah ini terkait tidak boleh pakai gerobak.
"Ya memang ada aturan-aturan sebelum pedagang menempati shelter dan ini harus dipatuhi. Jika tidak ditempati satu atau dua bulan maka akan di coret dan diberikan pedagang lain yang membutuhkan, untuk retribusi pakai e-retribusi," katanya.
Ia mengatakan bahkan perubahan nama paguyupan saat menempati shelter Sriwedari. Namanya tidak lagi PKL Gerobak Kuning City Walk tapi menjadi Paguyupan Pusat Kuliner Bon Rojo. "Kan disana itu berada di kawasan Bon Rojo atau Sriwedari. Jadi ini dikembalikan seperti dulu lagi," katanya.
Pedagang mulai penempatan Sabtu(12/11) dan untuk peresmian direncanakan Jumat(18/11) oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, kata pendamping paguyuban PKL pusat kuliner Bon Rojo, Sukirno Saptorahardjo di Solo, Jumat.
Sebelum ditempati rencananya akan dilakukan kerja bakti bersama-sama dari pedagang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Untuk shelter sudah dilakukan pembagian ke pedagang dengan sistem diundi, nantinya setiap blok itu ada PKL yang jadi pengurus paguyupan.
Ia mengatakan ini dilakukan untuk pemantauan dan pengawasan PKL lain, jadi tahu mana PKL yang aktif dan mana yang tidak aktif. "Untuk jumlah pedagang saat ini ada 58 pedagang sebenar 60 pedagang namun dua pedagang meninggal dan shelter diserahkan ke Pemkot. Pengundian shelter berlangsung kondusif dan terbuka, jadi secara demokrasi," katanya.
Dikatakan bahkan pedagang sudah membuat surat pernyataan bermaterai untuk menempati shelter dan tidak akan di jual belikan, dilarang menggunakan gerobak, menjaga kebersihan, keamanan, maupun tidak boleh memasang penutup atau sekat di shelter.
Nantinya paguyupan berencana akan mengajukan permohonan bantuan etalase, meja dan kursi serta tempat sampah ini terkait tidak boleh pakai gerobak.
"Ya memang ada aturan-aturan sebelum pedagang menempati shelter dan ini harus dipatuhi. Jika tidak ditempati satu atau dua bulan maka akan di coret dan diberikan pedagang lain yang membutuhkan, untuk retribusi pakai e-retribusi," katanya.
Ia mengatakan bahkan perubahan nama paguyupan saat menempati shelter Sriwedari. Namanya tidak lagi PKL Gerobak Kuning City Walk tapi menjadi Paguyupan Pusat Kuliner Bon Rojo. "Kan disana itu berada di kawasan Bon Rojo atau Sriwedari. Jadi ini dikembalikan seperti dulu lagi," katanya.
Pewarta : Joko Widodo
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 2.064 ton beras SPHP disalurkan di OKU, OKU Timur dan OKU Selatan hingga September 2025
15 October 2025 14:05 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB