BRI genjot inklusi keuangan melalui teras digital
Sabtu, 29 Oktober 2016 20:47 WIB
Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto melakukan transaksi pembukaan rekening baru melalu mesin e-form di salah satu stan Teras Digital BRI pada Bazaar Inklusi Keuangan Untuk Rakyat di Lapangan PTC Mall, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (29/10).(
Palembang (ANTARA Sumsel) - BRI menggenjot inklusi keuangan melalui layanan teras digital yang akan disebar di 600 pasar seluruh Indonesia hingga wilayah perbatasan dengan negara tetangga.
Direktur Konsumer PT BRI Tbk Sis Apik Wijayanto di Palembang, Sabtu mengatakan sejauh ini teras digital sudah dikembangkan di 63 pasar namun dalam waktu dekat secara bertahap akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia hingga ke daerah perbatasan.
"Melalui layanan teras digital ini, BRI berharap dapat meraup 60 ribu nasabah," kata Sis Apik pada acara Bazar Inklusif Keuangan di kota itu.
Ia mengatakan untuk mencapai target itu bukan perkara mudah karena tingkat literasi masyarakat terhadap produk jasa keuangan terbilang masih rendah.
Oleh karena itu, melalui layanan teras digital ini diharapkan dapat mendekatkan para pelaku pasar tradisional dengan berbasis digital.
Para pedagang pasar dapat memanfaatkan layanan teras digital untuk memasukkan data harga dan stok barang yang dimiliki, bahkan dapat pula memantau harga di daerah lain.
"Misal, pedagang jeruk di Palembang dapat juga memantau harga jeruk di Medan sebagai acuan," kata dia.
Layanan teras digital ini merupakan pengembangan layanan teras BRI yang sudah diberdayakan sejak beberapa tahun terakhir.
Seiring dengan perkembangan teknologi, layanan teras ini bukan hanya berperan layaknya unit kantor cabang tapi juga untuk transaksi berkaitan dengan inklusi keuangan, seperti asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan lainnya.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan Boedi Armanto yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan OJK mendorong kalangan perbankan untuk kreatif dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan.
"Sejauh ini perbankan sudah terbilang aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai industri jasa keuangan, contohnya melalui jasa agen laku pandai. Namun, tetap harus ditingkatkan terutama untuk pengenalan produk mengingatkan saat ini sebanyak 60 persen masih mengenal perbankan, sementara masih ada yang lain seperti asuransi, dana pensiun dan pasar modal," kata dia.
BRI menghadirkan acara bazaar inklusi keuangan di Palembang dengan melibatkan para pelaku UMKM upaya untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di seluruh Nusantara. Sebelumnya telah diselenggarakan di Wonosari (15/10) dan Jayapura (22/10).
Direktur Konsumer PT BRI Tbk Sis Apik Wijayanto di Palembang, Sabtu mengatakan sejauh ini teras digital sudah dikembangkan di 63 pasar namun dalam waktu dekat secara bertahap akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia hingga ke daerah perbatasan.
"Melalui layanan teras digital ini, BRI berharap dapat meraup 60 ribu nasabah," kata Sis Apik pada acara Bazar Inklusif Keuangan di kota itu.
Ia mengatakan untuk mencapai target itu bukan perkara mudah karena tingkat literasi masyarakat terhadap produk jasa keuangan terbilang masih rendah.
Oleh karena itu, melalui layanan teras digital ini diharapkan dapat mendekatkan para pelaku pasar tradisional dengan berbasis digital.
Para pedagang pasar dapat memanfaatkan layanan teras digital untuk memasukkan data harga dan stok barang yang dimiliki, bahkan dapat pula memantau harga di daerah lain.
"Misal, pedagang jeruk di Palembang dapat juga memantau harga jeruk di Medan sebagai acuan," kata dia.
Layanan teras digital ini merupakan pengembangan layanan teras BRI yang sudah diberdayakan sejak beberapa tahun terakhir.
Seiring dengan perkembangan teknologi, layanan teras ini bukan hanya berperan layaknya unit kantor cabang tapi juga untuk transaksi berkaitan dengan inklusi keuangan, seperti asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan lainnya.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan Boedi Armanto yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan OJK mendorong kalangan perbankan untuk kreatif dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan.
"Sejauh ini perbankan sudah terbilang aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai industri jasa keuangan, contohnya melalui jasa agen laku pandai. Namun, tetap harus ditingkatkan terutama untuk pengenalan produk mengingatkan saat ini sebanyak 60 persen masih mengenal perbankan, sementara masih ada yang lain seperti asuransi, dana pensiun dan pasar modal," kata dia.
BRI menghadirkan acara bazaar inklusi keuangan di Palembang dengan melibatkan para pelaku UMKM upaya untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di seluruh Nusantara. Sebelumnya telah diselenggarakan di Wonosari (15/10) dan Jayapura (22/10).
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI Palembang luncurkan program pasar ramadhan untuk mendorong inklusi keuangan
18 March 2024 22:30 WIB, 2024
OKU Timur ciptakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial
02 November 2023 10:21 WIB, 2023
28 Tahun Telkomsel: Bersama Jadi Terdepan untuk Membuka Peluang Penguatan Inklusi Ekosistem Digital Indonesia
26 May 2023 14:35 WIB, 2023
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB