Warga Bukit lama Palembang keluhkan penimbunan Rawa
Jumat, 2 September 2016 1:31 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sejumlah warga yang berada di Kelurahan Bukit Lama Palembang mengeluhkan penimbunan lahan rawa, sehingga mengakibatkan terjadinya banjir di daerah tersebut.
Salah seorang warga Kelurahan Bukit Lama, Simbolon menyampaikan hal itu pada saat anggota DPRD Sumatera Selatan yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Palembang melakukan reses ke dapil tersebut, Kamis.
Menurut dia, dengan adanya penimbunan rawa di wilayah tersebut setiap terjadinya hujan pasti banjir.
Hal senada juga disampaikan, Ahmad Husin, kalau sekarang terjadi hujan maka pasti banjir, padahal selama ini tidak terkena banjir di daerah mereka.
"Selama ini kita tidak kebanjiran, apalagi pada saat hujan normal," katanya seraya menyampaikan supaya kalau bisa dibuat kolam retensi di daerah tersebut.
Anggota DPRD Sumatera Selatan Hj RA Anita Noeringhati menyatakan, mereka melakukan reses ke dapil tersebut, karena adanya laporan disampaikan ke DPRD provinsi setempat mengenai banjir yang terjadi pada saat hujan.
Ia menuturkan, yang disampaikan warga di Kelurahan Bukit Lama itu jangan terjadi banjir dan pengembang menimbun rawa sehingga banjir lebih parah lagi, karena itu mereka akan membuat surat resmi kepada pengembang apakah sudah memenuhi kewajibannya dimana sekian persen untuk fasilitas umum.
"Kami juga akan menginformasikan hal penting itu kepada pemerintah Kota Palembang, " tuturnya.
Sementara Lurah Bukit Lama, Alexander menuturkan, pada dasarnya sebelum pengembang menimbun rawa sudah tergenang dan dengan adanya timbunan itu maka airnya berlari ke perkampungan penduduk.
"Kami bersama warga juga sudah gotong royong membersihkan saluran air yang tertutup lumpur supaya tidak banjir," katanya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah menambahkan, apa yang disampaikan oleh warga itu mereka serap dan pihaknya juga akan menyurati Wali Kota Palembang, Harnojoyo.
Salah seorang warga Kelurahan Bukit Lama, Simbolon menyampaikan hal itu pada saat anggota DPRD Sumatera Selatan yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Palembang melakukan reses ke dapil tersebut, Kamis.
Menurut dia, dengan adanya penimbunan rawa di wilayah tersebut setiap terjadinya hujan pasti banjir.
Hal senada juga disampaikan, Ahmad Husin, kalau sekarang terjadi hujan maka pasti banjir, padahal selama ini tidak terkena banjir di daerah mereka.
"Selama ini kita tidak kebanjiran, apalagi pada saat hujan normal," katanya seraya menyampaikan supaya kalau bisa dibuat kolam retensi di daerah tersebut.
Anggota DPRD Sumatera Selatan Hj RA Anita Noeringhati menyatakan, mereka melakukan reses ke dapil tersebut, karena adanya laporan disampaikan ke DPRD provinsi setempat mengenai banjir yang terjadi pada saat hujan.
Ia menuturkan, yang disampaikan warga di Kelurahan Bukit Lama itu jangan terjadi banjir dan pengembang menimbun rawa sehingga banjir lebih parah lagi, karena itu mereka akan membuat surat resmi kepada pengembang apakah sudah memenuhi kewajibannya dimana sekian persen untuk fasilitas umum.
"Kami juga akan menginformasikan hal penting itu kepada pemerintah Kota Palembang, " tuturnya.
Sementara Lurah Bukit Lama, Alexander menuturkan, pada dasarnya sebelum pengembang menimbun rawa sudah tergenang dan dengan adanya timbunan itu maka airnya berlari ke perkampungan penduduk.
"Kami bersama warga juga sudah gotong royong membersihkan saluran air yang tertutup lumpur supaya tidak banjir," katanya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah menambahkan, apa yang disampaikan oleh warga itu mereka serap dan pihaknya juga akan menyurati Wali Kota Palembang, Harnojoyo.
Pewarta : Susilawati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
PTBA dukung hilirisasi ketahanan energi melalui "Artificial Graphite"
22 January 2025 6:47 WIB, 2025