Tiga spesies endemik di Bangka Barat terancam punah
Jumat, 27 Mei 2016 10:58 WIB
Trenggiling (FOTO ANTARA)
Muntok (ANTARA Sumsel) - Sebanyak tiga spesies endemik di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terancam punah akibat berbagai aktivitas manusia, kata peneliti lingkungan dari PT Ekologika Consultants Juli Supriadi.
"Tiga spesies tersebut terdiri dari satu jenis hewan trenggiling (Manis javanica) dan dua tumbuhan, yaitu keruing gajah (Dipterocarpus grandiflorus blanco) dan damar mata kucing (Hopea mengarawan miq)," katanya di Muntok, Jumat.
Pihaknya telah melakukan penelitian selama setahun terakhir di daerah itu untuk mengetahui Nilai Konservasi Tinggi (NKT) enam kategori.
"Pada NKT 1.2 kami meneliti tipe ekosistem khusus mengenai spesies terancam punah dan menemukan fakta tersebut," kata dia.
Menurut dia, tiga spesies tersebut bisa punah jika faktor ancaman utama tidak segera diantisipasi, seperti pembukaan lahan untuk jalan dan pemukiman, penambangan liar, kebakaran, pembukaan lahan untuk berkebun, pembalakan liar, dan penangkapan satwa liar.
Dia berharap, pemerintah dapat segera melakukan antisipasi untuk menjaga kekayaan sumber daya alam di daerah itu.
"Perbanyak sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat agar peduli dan melindungi spesies tersebut, menghentikan perburuan liar, dan tidak melakukan penebangan dua jenis tumbuhan terancam punah tersebut," kata dia.
Selain itu, kata dia, pemerintah bersama masyarakat juga perlu melakukan pengayaan jenis tumbuhan dengan meningkatkan penanaman dua tanaman tersebut.
"Tiga spesies tersebut terdiri dari satu jenis hewan trenggiling (Manis javanica) dan dua tumbuhan, yaitu keruing gajah (Dipterocarpus grandiflorus blanco) dan damar mata kucing (Hopea mengarawan miq)," katanya di Muntok, Jumat.
Pihaknya telah melakukan penelitian selama setahun terakhir di daerah itu untuk mengetahui Nilai Konservasi Tinggi (NKT) enam kategori.
"Pada NKT 1.2 kami meneliti tipe ekosistem khusus mengenai spesies terancam punah dan menemukan fakta tersebut," kata dia.
Menurut dia, tiga spesies tersebut bisa punah jika faktor ancaman utama tidak segera diantisipasi, seperti pembukaan lahan untuk jalan dan pemukiman, penambangan liar, kebakaran, pembukaan lahan untuk berkebun, pembalakan liar, dan penangkapan satwa liar.
Dia berharap, pemerintah dapat segera melakukan antisipasi untuk menjaga kekayaan sumber daya alam di daerah itu.
"Perbanyak sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat agar peduli dan melindungi spesies tersebut, menghentikan perburuan liar, dan tidak melakukan penebangan dua jenis tumbuhan terancam punah tersebut," kata dia.
Selain itu, kata dia, pemerintah bersama masyarakat juga perlu melakukan pengayaan jenis tumbuhan dengan meningkatkan penanaman dua tanaman tersebut.
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina tebar 200 ribu benih ikan endemik di kanal Candi Muaro Jambi
12 November 2022 16:00 WIB, 2022
PT Timah gandeng komunitas "The Tanggokers" lestarikan ikan endemik Babel
26 November 2021 12:54 WIB, 2021
Walhi sebut habitat dan populasi kera endemik di Maros mulai terancam
04 November 2021 23:38 WIB, 2021
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB