Palembang (ANTARASumsel) - Produk kuliner tradisional instan memiliki pasar menjanjikan di Indonesia sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang ingin lebih praktis dalam memasak.

Brand Manager Bakmi Mewah PT Mayora Indah tbk Theodore Chistopher di Palembang, Minggu, mengatakan, saat ini masyarakat membutuhkan produk makanan tradisional yang dapat dibuat sendiri tanpa perlu ke restoran.

"Contohnya bakmi. Makanan ini sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia, terdapat beberapa restoran yang khusus menjual ini, tapi untuk produk instannya hingga kini baru Mayora yang punya," kata Theodore.

Ia melanjutkan, perusahaannya tertarik mengembangkan produk instannya karena menilai makanan berbahan dasar mie sudah sangat `dekat` dengan masyarakat.

"Bahkan dari Aceh sampai Papua memiliki kuliner khas berbahan mie, seperti mie aceh, mie jawa, dan di Palembang sendiri ada mie celor," kata dia.

Lantaran tinggi minat masyarakat pada kuliner tradisional itu Mayora menargetkan perluasan pasar ke seluruh Indonesia.

"Bakmi ini tidak menggunakan MSG, menggunakan teknologi sterilisasi mutahir dari Jepang sehingga ayam dan jamurnya memang asli dan bisa tahun 9 bulan," kata Theodore.
   
Untuk mempromosikan bakmi bercita rasa Indonesia ini, perusahaan ini menggaet sejumlah artis sebagai brand ambassador seperti Gita Gutawa, Hengky Kurniawan, Raffi Ahmad, Indy Barend, dan lainnya.
   
Khusus di Kota Palembang yang menjadi kota 16 di Indonesia, produk ini sudah dapat dijumpai di sejumlah pasar modern dengan harga Rp7.500 per kotak.
   
"Target perusahaan bisa menyamai capaian di provinsi lain, untuk tahap awal saja sudah diluar perkiraaan yakni sebanyak 24.000 kota per minggu," kata dia.