Indonesia berpotensi sebagai "Islamic Mega Infrastructur Bank"
Selasa, 8 Maret 2016 23:53 WIB
Otoritas Jasa Keuangan - OJK (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa potensi Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Islamic Mega Infrastructur Bank cukup terbuka seiring dengan kondisi perekonomian domestik yang stabil.
"Indonesia dan Turki sedang dipilih untuk menjadi tuan rumah Islamic Mega Infrastructur Bank yang akan disponsori oleh Islamic Development Bank (IDB). Kita mempunyai kans yang banyak, prospek ekonomi bagus, infrastruktur juga sedang menjadi topik di Indonesia," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Selasa.
Ia memperkirakan bahwa jika Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Islamic Mega Infrastructur Bank maka potensi aliran dana asing masuk ke dalam negeri bakal lebih tinggi dibandingkan saat ini yang akhirnya dapat menopang pertumbuhan ekonomi domestik.
Sementara itu, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan bahwa Indonesia sedang berupaya menjadi tuan rumah Islamic Infrastructure Bank meski masih harus bersaing dengan Turki.
"Dua tempat itu (Indonesia dan Turki) sedang diseleksi tim penilai IDB mengenai kelayakan dan kesiapan. BEI juga bantu promosi, supaya jadi 'home base'. Itu baik untuk negara kita," katanya.
Menurut dia, dari sisi perekonomian dan populasi penduduk mayoritas yang muslim, Indonesia dinilai cukup menarik sebagai penyelenggara dan para pemilik dana islam sedunia.
"Ada potensi besar dana yang akan masuk ke negara kita kalau berhasil jadi tempat penyelenggara. Dunia akan melirik ke kita," katanya.
"Indonesia dan Turki sedang dipilih untuk menjadi tuan rumah Islamic Mega Infrastructur Bank yang akan disponsori oleh Islamic Development Bank (IDB). Kita mempunyai kans yang banyak, prospek ekonomi bagus, infrastruktur juga sedang menjadi topik di Indonesia," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Selasa.
Ia memperkirakan bahwa jika Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Islamic Mega Infrastructur Bank maka potensi aliran dana asing masuk ke dalam negeri bakal lebih tinggi dibandingkan saat ini yang akhirnya dapat menopang pertumbuhan ekonomi domestik.
Sementara itu, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan bahwa Indonesia sedang berupaya menjadi tuan rumah Islamic Infrastructure Bank meski masih harus bersaing dengan Turki.
"Dua tempat itu (Indonesia dan Turki) sedang diseleksi tim penilai IDB mengenai kelayakan dan kesiapan. BEI juga bantu promosi, supaya jadi 'home base'. Itu baik untuk negara kita," katanya.
Menurut dia, dari sisi perekonomian dan populasi penduduk mayoritas yang muslim, Indonesia dinilai cukup menarik sebagai penyelenggara dan para pemilik dana islam sedunia.
"Ada potensi besar dana yang akan masuk ke negara kita kalau berhasil jadi tempat penyelenggara. Dunia akan melirik ke kita," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Profesor: Sifat rakus adalah penghalang terbesar untuk wujudkan masyarakat yang adil
11 July 2018 10:18 WIB, 2018
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB