Pansus DPRD Sumsel cari masukan bangun pasar
Rabu, 3 Februari 2016 10:21 WIB
Ketua Panitia Khusus II DPRD Sumatera Selatan Joncik Mohammad (Foto Antarasumsel.com/Susilawati/15)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Panitia Khusus II DPRD Sumatera Selatan akan berkunjung ke Jawa Barat mencari masukan untuk bahan pembahasan sistem bangun guna serah atau (BOT) Pasar Cinde Palembang.
"Kami akan ke DPRD Jawa Barat, karena daerah itu ada BOT pasar dan fasilitas umum," kata Ketua Panitia Khusus II DPRD Sumatera Selatan Joncik Mohammad di Palembang, Selasa.
Menurut dia, di provinsi itu mereka akan bertemu dengan pemangku kepentingan terkait dengan BOT seperti Pekerjaan Umum, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"Tadinya, kami mau ke Kepri, tetapi di sana tidak ada BOT, kemudian diarahkan ke Jawa Barat," katanya.
Ia menuturkan kunjungan pansus ke daerah itu untuk membandingkan apa yang sudah dipersiapkan Pemprov Sumsel mengenai BOT tersebut.
"Nanti, setelah kunjungan ke Jawa Barat itu baru kita cek lokasi pasar Cinde yang akan menggunakan sistem BOT tersebut," ujarnya.
Selanjutnya baru membahas draf satu persatu dimana kekurangannya dengan menggunakan sistem BOT tersebut.
Ia mengatakan sepanjang BOT itu menguntungkan masyarakat Sumsel mereka akan setuju.
Sementara Koordinator Pansus II DPRD Sumsel Chairul S Matdiah mengatakan anggota DPRD dalam BOT harus menjadi pengawas. Jadi, sejak proses perencanaan, pelaksanaan dan pengoperasian perjanjian kerja sama pihak pertama dan pihak kedua wajib berkoordinasi dengan DPRD.
Sebab DPRD sebagai wakil rakyat bertanggung jawab untuk menjalankan fungsi kontrol sepenuhnya.
Sedangkan mengenai aset tidak boleh diagunkan ke bank sesuai dengan undang-undang yang berlaku, katanya.
"Kami akan ke DPRD Jawa Barat, karena daerah itu ada BOT pasar dan fasilitas umum," kata Ketua Panitia Khusus II DPRD Sumatera Selatan Joncik Mohammad di Palembang, Selasa.
Menurut dia, di provinsi itu mereka akan bertemu dengan pemangku kepentingan terkait dengan BOT seperti Pekerjaan Umum, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"Tadinya, kami mau ke Kepri, tetapi di sana tidak ada BOT, kemudian diarahkan ke Jawa Barat," katanya.
Ia menuturkan kunjungan pansus ke daerah itu untuk membandingkan apa yang sudah dipersiapkan Pemprov Sumsel mengenai BOT tersebut.
"Nanti, setelah kunjungan ke Jawa Barat itu baru kita cek lokasi pasar Cinde yang akan menggunakan sistem BOT tersebut," ujarnya.
Selanjutnya baru membahas draf satu persatu dimana kekurangannya dengan menggunakan sistem BOT tersebut.
Ia mengatakan sepanjang BOT itu menguntungkan masyarakat Sumsel mereka akan setuju.
Sementara Koordinator Pansus II DPRD Sumsel Chairul S Matdiah mengatakan anggota DPRD dalam BOT harus menjadi pengawas. Jadi, sejak proses perencanaan, pelaksanaan dan pengoperasian perjanjian kerja sama pihak pertama dan pihak kedua wajib berkoordinasi dengan DPRD.
Sebab DPRD sebagai wakil rakyat bertanggung jawab untuk menjalankan fungsi kontrol sepenuhnya.
Sedangkan mengenai aset tidak boleh diagunkan ke bank sesuai dengan undang-undang yang berlaku, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penduduk tembus 9 juta, kursi DPRD Sumsel diusulkan bertambah jadi 85 pada Pileg 2029
03 March 2026 9:30 WIB
Seorang anggota DPRD Muara Enim terjaring OTT Kejati Sumsel, terkait kasus jaringan irigasi
19 February 2026 4:15 WIB
Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dukung aspirasi yang disampaikan mahasiswa
01 September 2025 18:57 WIB, 2025
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Bulog targetkan groundbreaking pabrik padi Banyuasin dimulai September 2026
31 August 2026 18:51 WIB
Bulog Sumsel Babel serap 127 ton gabah hingga Agustus 2026, capai 73 persen target
28 August 2026 19:53 WIB
Polda Sumsel salurkan 5.000 buku hijaiyah untuk bebaskan santri dari buta aksara Alquran
28 August 2026 7:56 WIB