Indonesia harus bersiap hadapi MEA
Selasa, 20 Januari 2015 7:28 WIB
Ilustrasi (Foto IST)
Garut (ANTARA Sumsel) - Ketua DPD RI Irman Gusman mengingatkan Indonesia harus menyiapkan diri semaksimal mungkin menghadapi pasar bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015.
"Kesiapan tersebut tidak hanya di tingkat negara, tapi juga lembaga, dan perseorangan," kata Irman Gusman ketika memberikan kuliah umum dengan teman "Memperkuat Kompetensi Tenaga Pendidikan Menghadapi MEA",di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut di Garur, Senin.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Ketua Yayasan dan Direktur STKIP Garut, serta dihadiri sekitar 500 mahasiswa.
Dia menyatakan, Indonesia sebagai negara serta lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta harus terus mendorong peningkatakan kualitas dan kompetensi guna mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asean.
Selain itu, kata dia, bangsa Indonesia secara perorangan harus terus mengembangkan diri untuk mampu bersaing dengan masyarakat di Asean.
"Bangsa Indonesia, terutama generasi muda dan mahasiswa, harus belajar mandiri dan memiliki jiwa entrepreneurship dalam menghadapi persaingan," katanya.
Menurut Irman, generasi muda Indonesia, harus berani memilih cita-cita sejak sedini mungkin untuk menentukan masa depan.
Ia mencontohkan, seorang guru di China yang mampu mengembangkan program aplikasi untuk internet, menjadi salah satu orang kaya di Asia.
"Cita-citanya untuk menjadi kaya tercapai, setelah ditekuninya dengan intelegensi, kerja keras, berbekal kemampuan, semangat, percaya diri, dan doa.
Menurut dia, generasi muda, khususnya mahasiswa, harus rajin belajar dan terus mengembangkan potensi diri, guna meningkatkan daya saing secara individu.
Pada kesempatan tersebut, Irman juga menjelaskan, hasil survei Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang dilakukan oleh lembaga internasional dengan mengukur beberapa indikator kualitas pembangunan Indonesia.
Dari hasil survei tersebut, kata dia, Indonesia pada 2013 berada di posisi 121 dari 187 negara.
Jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Singapura di posisi 18, Brunai Darussalam (30), Malaysia (64), Thailand (103), Indonesia (121), Filipina (147), Myanmar (149), dan Kamboja (158).
Menurut dia, Indonesia harus terus menyiapkan diri untuk dapat menjadi negara maju di Asia Tenggara, untuk dapat menyaingi Malaysia, Brunai Darussalam, dan Singapura.
Pada kesempatan tersebut, Irman juga memberikan lima tips untuk mengembangkan potensi diri bagi generasi muda meliputi, kekuatan otak, cita-cita, semangat, percaya diri, dan berdoa.
"Kesiapan tersebut tidak hanya di tingkat negara, tapi juga lembaga, dan perseorangan," kata Irman Gusman ketika memberikan kuliah umum dengan teman "Memperkuat Kompetensi Tenaga Pendidikan Menghadapi MEA",di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut di Garur, Senin.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Ketua Yayasan dan Direktur STKIP Garut, serta dihadiri sekitar 500 mahasiswa.
Dia menyatakan, Indonesia sebagai negara serta lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta harus terus mendorong peningkatakan kualitas dan kompetensi guna mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asean.
Selain itu, kata dia, bangsa Indonesia secara perorangan harus terus mengembangkan diri untuk mampu bersaing dengan masyarakat di Asean.
"Bangsa Indonesia, terutama generasi muda dan mahasiswa, harus belajar mandiri dan memiliki jiwa entrepreneurship dalam menghadapi persaingan," katanya.
Menurut Irman, generasi muda Indonesia, harus berani memilih cita-cita sejak sedini mungkin untuk menentukan masa depan.
Ia mencontohkan, seorang guru di China yang mampu mengembangkan program aplikasi untuk internet, menjadi salah satu orang kaya di Asia.
"Cita-citanya untuk menjadi kaya tercapai, setelah ditekuninya dengan intelegensi, kerja keras, berbekal kemampuan, semangat, percaya diri, dan doa.
Menurut dia, generasi muda, khususnya mahasiswa, harus rajin belajar dan terus mengembangkan potensi diri, guna meningkatkan daya saing secara individu.
Pada kesempatan tersebut, Irman juga menjelaskan, hasil survei Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang dilakukan oleh lembaga internasional dengan mengukur beberapa indikator kualitas pembangunan Indonesia.
Dari hasil survei tersebut, kata dia, Indonesia pada 2013 berada di posisi 121 dari 187 negara.
Jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Singapura di posisi 18, Brunai Darussalam (30), Malaysia (64), Thailand (103), Indonesia (121), Filipina (147), Myanmar (149), dan Kamboja (158).
Menurut dia, Indonesia harus terus menyiapkan diri untuk dapat menjadi negara maju di Asia Tenggara, untuk dapat menyaingi Malaysia, Brunai Darussalam, dan Singapura.
Pada kesempatan tersebut, Irman juga memberikan lima tips untuk mengembangkan potensi diri bagi generasi muda meliputi, kekuatan otak, cita-cita, semangat, percaya diri, dan berdoa.
Pewarta : Oleh Riza Harahap
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mea Shahira kolaborasi dengan Matter Mos di lagu "Apple of My Eyes"
21 February 2021 20:02 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025