BI: 82 persen devisa hasil ekspor masuk Indonesia
Selasa, 2 Desember 2014 15:49 WIB
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Bank Indonesia menyatakan sekitar 82 persen dari nilai devisa hasil ekspor, baik dari bank maupun ekportir, sudah masuk ke Indonesia.
"DHE ekspor yang dari PEB (pemberitahuan ekspor barang) yang di dalam neraca perdagangan itu sudah 82 persen," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa.
Nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2014 mencapai 15,35 miliar dolar AS, meningkat 0,49 persen dibanding ekspor September 2014. Sementara itu, bila dibandingkan Oktober 2013 mengalami penurunan sebesar 2,21 persen.
Untuk pelaporan DHE sendiri, per Oktober 2014 tercatat 2.104 pelapor DHE dari Bank dan 201.332 pelapor DHE dari eksportir
Perry menuturkan, peningkatan nilai DHE yang masuk memang terus meningkat sejak kebijakan wajib lapor DHE diterapkan. Namun pihaknya masih ingin terus meningkatkan lagi di beberapa sektor terutama sektor migas. BI juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian ESDM.
"Memang tidak semua sektor mencapai (82 persen) itu antara lain di mineral migas memang masih ada yg perlu didorong, seperti untuk migas mineral itu masih 67 persen. Yang tadi kenapa Pak Menteri ESDM itu akan rakor, itu memang ada yang harus dijalankan di Kementerian ESDM," kata Perry.
Ia menambahkan, semakin banyak DHE yang masuk ke dalam negeri, maka akan semakin banyak suplai valas yang tersedia di pasar keuangan sehingga juga akan makin mendukung stabilitas sistem keuangan di Tanah Air.
"DHE ekspor yang dari PEB (pemberitahuan ekspor barang) yang di dalam neraca perdagangan itu sudah 82 persen," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa.
Nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2014 mencapai 15,35 miliar dolar AS, meningkat 0,49 persen dibanding ekspor September 2014. Sementara itu, bila dibandingkan Oktober 2013 mengalami penurunan sebesar 2,21 persen.
Untuk pelaporan DHE sendiri, per Oktober 2014 tercatat 2.104 pelapor DHE dari Bank dan 201.332 pelapor DHE dari eksportir
Perry menuturkan, peningkatan nilai DHE yang masuk memang terus meningkat sejak kebijakan wajib lapor DHE diterapkan. Namun pihaknya masih ingin terus meningkatkan lagi di beberapa sektor terutama sektor migas. BI juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian ESDM.
"Memang tidak semua sektor mencapai (82 persen) itu antara lain di mineral migas memang masih ada yg perlu didorong, seperti untuk migas mineral itu masih 67 persen. Yang tadi kenapa Pak Menteri ESDM itu akan rakor, itu memang ada yang harus dijalankan di Kementerian ESDM," kata Perry.
Ia menambahkan, semakin banyak DHE yang masuk ke dalam negeri, maka akan semakin banyak suplai valas yang tersedia di pasar keuangan sehingga juga akan makin mendukung stabilitas sistem keuangan di Tanah Air.
Pewarta : Oleh: Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Juventus vs Pisa 4-0, Si Nyonya Tua mengamuk di babak kedua lewat aksi Cambiaso hingga Boga
08 March 2026 8:11 WIB
Performa Maarten Paes di Liga Belanda, lakukan penyelamatan krusial meski Ajax tumbang
08 March 2026 8:03 WIB
Malut United tahan imbang PSM Makassar 3-3, Ricardo Salampessy soroti lini pertahanan
08 March 2026 7:57 WIB
Manchester City melaju ke perempat final Piala FA 2025/2026 usai tumbangkan Newcastle United 3-1
08 March 2026 7:28 WIB
Penyebab kematian pekerja migran asal Palembang di Kamboja tunggu hasil autopsi
06 March 2026 18:18 WIB
Pekerja migran asal Palembang tewas di Kamboja, BP3MI Sumsel tunggu hasil autopsi
06 March 2026 16:38 WIB
Jadwal Liga Prancis pekan 25: PSG vs AS Monaco, misi balas dendam di Parc des Princes
06 March 2026 4:52 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB