PMII desak dewan Sumsel awasi pendistribusian raskin
Selasa, 7 Oktober 2014 16:22 WIB
Stok beras untuk keluarga miskin (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mendatangi gedung legislatif mendesak DPRD Sumatera Selatan untuk mengawasi pendistribusian beras miskin di daerah tersebut.
"Kita ingin DPRD agar mengawasi pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di daerah ini," kata Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palembang, Eza Triadi, Selasa.
Para pengunjuk rasa dan perwakilannya kemudian diterima Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan sementara, Chairul S Matdiah beserta anggota dewan lainnya.
Menurut Chairul, sekarang ini belum dibentuk komisi-komisi di DPRD Sumsel, karena memang baru dilantik pada 24 September lalu.
Untuk masalah itu yang membidanginya adalah Komisi II DPRD Sumsel, tetapi komisinya belum dibentuk sekarang ini, katanya.
Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD Sumsel, Zainuddin bahwa pembentukan alat kelengkapan dewan itu baru akan dilakukan sekitar 30 Oktober mendatang.
Persoalan yang disampaikan itu bidangnya Komisi II nantinya, karenanya kalau sudah dibentuk bisa ditindaklanjuti permasalahan tersebut.
"Kalau komisi II sudah terbentuk yang membidangi persoalan itu maka bisa bekerja dan menindaklanjutinya," jelasnya.
Ia menuturkan, sekitar 30 Oktober 2014 akan ada rapat paripurna untuk mengumumkan pembentukan alat kelengkapan dewan seperti komisi-komisi, badan anggaran, dan badan musyawarah.
Sedangkan pada 13 Oktober mendatang akan dilakukan rapat paripurna pembentukan fraksi setelah itu membuat tata tertib dan alat kelengkapan dewan, katanya.
"Kita ingin DPRD agar mengawasi pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di daerah ini," kata Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palembang, Eza Triadi, Selasa.
Para pengunjuk rasa dan perwakilannya kemudian diterima Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan sementara, Chairul S Matdiah beserta anggota dewan lainnya.
Menurut Chairul, sekarang ini belum dibentuk komisi-komisi di DPRD Sumsel, karena memang baru dilantik pada 24 September lalu.
Untuk masalah itu yang membidanginya adalah Komisi II DPRD Sumsel, tetapi komisinya belum dibentuk sekarang ini, katanya.
Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD Sumsel, Zainuddin bahwa pembentukan alat kelengkapan dewan itu baru akan dilakukan sekitar 30 Oktober mendatang.
Persoalan yang disampaikan itu bidangnya Komisi II nantinya, karenanya kalau sudah dibentuk bisa ditindaklanjuti permasalahan tersebut.
"Kalau komisi II sudah terbentuk yang membidangi persoalan itu maka bisa bekerja dan menindaklanjutinya," jelasnya.
Ia menuturkan, sekitar 30 Oktober 2014 akan ada rapat paripurna untuk mengumumkan pembentukan alat kelengkapan dewan seperti komisi-komisi, badan anggaran, dan badan musyawarah.
Sedangkan pada 13 Oktober mendatang akan dilakukan rapat paripurna pembentukan fraksi setelah itu membuat tata tertib dan alat kelengkapan dewan, katanya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 2.290 ton beras bantuan pangan disalurkan di OKU Timur dan OKU Selatan
20 April 2026 17:39 WIB
Prabowo instruksikan rasio utang dijaga 40 persen dan defisit APBN maksimal 3 persen
09 April 2026 8:37 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Pangdam II/Sriwijaya: Jembatan Gantung Garuda jadi penggerak ekonomi warga Desa Pusar
28 April 2026 5:36 WIB
Sempat sakit, dua calon haji asal Lahat dan Palembang akhirnya terbang ke Tanah Suci
25 April 2026 17:20 WIB