
Polres Prabumulih selidiki dugaan pasien gantung diri di RS AR Bunda

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Prabumulih, Sumatera Selatan, menyelidiki dugaan seorang pasien yang gantung diri di Ruang Ibnu Sina, Rumah Sakit AR Bunda, Kabupaten Prabumulih, Sumatera Selatan, Selasa pagi.
Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi, di Prabumulih, menyebutkan korban adalah Marsidi (62), seorang petani asal Kelurahan Prabujaya, yang sedang menjalani perawatan setelah operasi.
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Yadi Hartono, sekitar pukul 05.00 WIB di dalam kamar mandi ruang perawatan kelas III.
Ia mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut guna memastikan seluruh prosedur penanganan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kepolisian.
"Personel kami bersama Tim INAFIS telah melakukan olah TKP secara menyeluruh. Berdasarkan hasil sementara dan keterangan para saksi, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan," ujarnya.
Ia menerangkan kejadian bermula saat saksi terbangun dan mendapati tempat tidur korban dalam keadaan kosong.
"Merasa curiga karena pintu kamar mandi terkunci dari dalam, saksi melakukan upaya paksa untuk membuka pintu dan menemukan korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan sehelai kain batik," ujar Jon.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan serangkaian tindakan medis dan hukum, olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemasangan garis polisi di lokasi kejadian itu.
Kemudian pengamanan barang bukti berupa satu helai kain batik berwarna coklat, pemeriksaan saksi-saksi, termasuk pihak keluarga dan tenaga medis yang bertugas.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait motif kejadian tersebut, dan publik mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian guna menjaga kondusif wilayah.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
