Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel optimalkan kemampuan tenaga pendamping petani sukseskan GSMP

Jumat, 24 April 2026 20:59 WIB
Image Print
Sejumlah petani memilah gabah hasil panen di kawasan persawahan Desa Durian Kelurahan Veteran Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan, Jumat (19/2/2021). (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengoptimalkan kemampuan 1.000 lebih tenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (P2EP) untuk menyukseskan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

"Untuk mengoptimalkan kemampuan tenaga pendamping petani itu, pada 2026 ini digalakkan kegiatan pelatihan teknologi dan komunikasi pertanian," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, Jumat.

Menurut dia, melalui upaya tersebut diharapkan program GSMP itu dapat memperkuat posisi Sumsel sebagai provinsi surplus pangan terutama beras dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Posisi sebagai provinsi surplus pangan didukung produksi padi dari sejumlah sentra produksi seperti Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang terus meningkat.

Produksi padi Sumsel sepanjang 2025 mencapai 3.598.736 (3,60 juta) ton gabah kering giling (GKG) meningkat 23,69 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya 2,9 juta ton GKG , katanya.

Dia menjelaskan, dengan menggalakkan kegiatan pelatihan itu diharapkan tenaga pendamping mampu membuka wawasan petani, memberikan pengetahuan baru, mendorong kreativitas petani, serta berperan memperbaiki produksi dan kualitas pertanian.

Tenaga P2EP tersebut, diharapkan mampu memberikan gagasan atau ide-ide baru untuk mengembangkan pertanian di provinsi ini.

Dengan tenaga pendamping yang mampu memotivasi petani mewujudkan kemandirian pangan dalam beberapa tahun terakhir, diharapkan bisa mendukung upaya pengentasan kemiskinan di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, harap Wagub Cik Ujang.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026