(ANTARA Sumsel) - Vaksin kanker dari Merck & Co Inc yang kini masih dalam tahap percobaan tampaknya menawarkan perlindungan yang lebih luas dalam melawan virus penyebab kanker dibandingkan hasil yang ditunjukkan vaksin Gardasil dalam uji klinis, seperti dilansir Wall Street Journal pada Minggu.

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat itu mengatakan hasil penelitian tersebut mendorong mereka untuk mendaftarkan vaksin baru dengan kode V503 agar mendapatkan persetujuan dari departemen kesehatan AS pada akhir tahun ini. Jika terwujud, vaksin tersebut akan dilepas ke pasar pada tahun depan.

Artikel Wall Street Journal menyatakan Merck berharap para penyedia layanan kesehatan akan beralih ke vaksin V503 jika produk tersebut mendapat izin pemasaran.

Sejumlah analis memperkirakan penjualan tahunan perusahaan tersebut dapat menembus angka di atas satu miliar dolar Amerika (setara Rp11,24 triliun).

Gardasil, yang diluncurkan Merck pada 2006, merupakan vaksin pertama yang ditujukan untuk melindungi tubuh dari papilomavirus (HPV/human papilomavirus), virus yang disebarkan melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan kanker rahim pada perempuan dan beberapa jenis kanker lainnya baik pada pria maupun perempuan.

Merck sebelumnya sudah melakukan uji klinis untuk menguji keamanan dan kemanjuran V503, dan hasilnya akan dipresentasikan dalam sebuah pertemuan seputar HPV di Florence, Italia pada pekan ini.