OJK berupaya perbaikan "crisis management protocol"
Jumat, 18 Oktober 2013 19:44 WIB
Otoritas Jasa Keuangan - OJK (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengemukakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya perbaikan "crisis management protocol" (CMP) menyusul akan dilaksanakannya pengawasan industri sektor perbankan.
"Mekanisme CMP di sektor perbankan akan dialihkan ke OJK, untuk itu kita terus melakukan upaya perbaikan dalam CMP kita dan dalam prosesnya akan kita lihat mana yang sudah jalan dan mana yang tidak," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa pada 2014 mendatang OJK juga akan melakukan ujicoba pengawasan industri keuangan yang terintegrasi. Hal ini, merupakan bagian dari proses untuk membangun fundamental industri keuangan yang kokoh.
"Pada 2014 mendatang akan ada semacam 'piloting' pengawasan yang terintegrasi. Pengawasan sektoral tetap berjalan, kemudian ada pengawasan terintegrasi yang mengikat semuanya. Itu akan kita 'pilot'-kan di awal tahun 2014," kata dia.
Menurut Muliaman, membangun fundamental pasar yang baik juga penting untuk membangun kepercayaan pasar keuangan. Selain itu, OJK juga akan terus mendorong tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sehingga kinerja emiten memiliki performa yang bagus dan dampaknya akan positif bagi harga sahamnya.
"Bagi penyelenggara pasar, yang penting menjaga fundamental pasar yang baik sehingga ada kepercayaan pasar. Saya ingin katakan, apa yang terjadi di AS cepat atau lambat mengenai pengurangan stimulus keuangan (tapering-off) akan terjadi, oleh karena itu lebih bagus kita 'back to basic' dengan membangun fundamental yang bagus," ujar Muliaman.
"Mekanisme CMP di sektor perbankan akan dialihkan ke OJK, untuk itu kita terus melakukan upaya perbaikan dalam CMP kita dan dalam prosesnya akan kita lihat mana yang sudah jalan dan mana yang tidak," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa pada 2014 mendatang OJK juga akan melakukan ujicoba pengawasan industri keuangan yang terintegrasi. Hal ini, merupakan bagian dari proses untuk membangun fundamental industri keuangan yang kokoh.
"Pada 2014 mendatang akan ada semacam 'piloting' pengawasan yang terintegrasi. Pengawasan sektoral tetap berjalan, kemudian ada pengawasan terintegrasi yang mengikat semuanya. Itu akan kita 'pilot'-kan di awal tahun 2014," kata dia.
Menurut Muliaman, membangun fundamental pasar yang baik juga penting untuk membangun kepercayaan pasar keuangan. Selain itu, OJK juga akan terus mendorong tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sehingga kinerja emiten memiliki performa yang bagus dan dampaknya akan positif bagi harga sahamnya.
"Bagi penyelenggara pasar, yang penting menjaga fundamental pasar yang baik sehingga ada kepercayaan pasar. Saya ingin katakan, apa yang terjadi di AS cepat atau lambat mengenai pengurangan stimulus keuangan (tapering-off) akan terjadi, oleh karena itu lebih bagus kita 'back to basic' dengan membangun fundamental yang bagus," ujar Muliaman.
Pewarta : Oleh: Zubi Mahrofi
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Sumsel Babel gelar Sultan Muda Goes to OKU Timur dorong literasi keuangan UMKM
11 September 2026 20:51 WIB
Kredit bersih PT Bank QNB Indonesia Tbk tumbuh 18 persen, lampaui rata-rata nasional OJK
04 April 2026 21:03 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025