Indonesia segera jadi anggota IRENA
Selasa, 8 Oktober 2013 10:53 WIB
Ilustrtasi (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Indonesia akan segera menjadi anggota International Renewable Energy Agency (IRENA) yang merupakan organisasi antarpemerintah dengan fungsi sebagai platform utama untuk kerja sama internasional dalam bidang energi terbarukan.
Siaran pers KBRI Abu Dhabi yang diterima Antara di Jakarta Selasa menyebutkan IRENA membantu negara anggotanya untuk mewujudkan potensi energi bersih dan mempromosikan teknologi dan sumber daya terbarukan sebagai kunci untuk menciptakan masa depan energi yang berkelanjutan.
IRENA yang terbentuk sejak tahun 2009, saat ini beranggota 118 negara termasuk Uni Eropa. Sebanyak 43 negara sedang dalam proses menjadi anggota, termasuk di antaranya Indonesia dan China yang sudah pada tahap finalisasi proses keanggotaan.
Dari ASEAN tercatat Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina dan Singapura telah terlebih dahulu menjadi anggota IRENA.
Indonesia sesungguhnya telah terlibat sejak tahapan awal proses pendirian IRENA, meskipun masih dalam kapasitasnya sebagai pengamat.
Keanggotaan Indonesia pada IRENA nantinya diharapkan dapat memperkuat upaya pengembangan energi terbarukan demi mewujudkan keamanan energi nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas SDM dan penguasaan teknologi melalui pelatihan dan pendidikan untuk kalangan industri dan teknisi, pelajaran berharga dan praktik terbaik mengenai perumusan dan penerapan kebijakan energi terbarukan, khususnya untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap aplikasi energi terbarukan di tingkat institusi dan masyarakat umum.
Selain itu penyediaan informasi mengenai standardisasi teknis dalam pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan penerapan kebijakan energi terbarukan, termasuk penetapan instrumen fiskal dan non fiskal yang diperlukan untuk menyokong pengembangan energi terbarukan.
Markas besar IRENA berada di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, yang sekaligus menandai untuk pertama kali badan internasional berkantor pusat di wilayah Timur Tengah.
Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan program-program IRENA untuk mempromosikan investasi asing di bidang energi terbarukan bagi proyek-proyek pembangkit energi terbarukan di Indonesia, mengingat Indonesia sudah mulai dikenal di Timur Tengah sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak potensi energi terbarukan contohnya cadangan energi panas bumi (geothermal) yang merupakan terbesar kedua di dunia.
Siaran pers KBRI Abu Dhabi yang diterima Antara di Jakarta Selasa menyebutkan IRENA membantu negara anggotanya untuk mewujudkan potensi energi bersih dan mempromosikan teknologi dan sumber daya terbarukan sebagai kunci untuk menciptakan masa depan energi yang berkelanjutan.
IRENA yang terbentuk sejak tahun 2009, saat ini beranggota 118 negara termasuk Uni Eropa. Sebanyak 43 negara sedang dalam proses menjadi anggota, termasuk di antaranya Indonesia dan China yang sudah pada tahap finalisasi proses keanggotaan.
Dari ASEAN tercatat Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina dan Singapura telah terlebih dahulu menjadi anggota IRENA.
Indonesia sesungguhnya telah terlibat sejak tahapan awal proses pendirian IRENA, meskipun masih dalam kapasitasnya sebagai pengamat.
Keanggotaan Indonesia pada IRENA nantinya diharapkan dapat memperkuat upaya pengembangan energi terbarukan demi mewujudkan keamanan energi nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas SDM dan penguasaan teknologi melalui pelatihan dan pendidikan untuk kalangan industri dan teknisi, pelajaran berharga dan praktik terbaik mengenai perumusan dan penerapan kebijakan energi terbarukan, khususnya untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap aplikasi energi terbarukan di tingkat institusi dan masyarakat umum.
Selain itu penyediaan informasi mengenai standardisasi teknis dalam pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan penerapan kebijakan energi terbarukan, termasuk penetapan instrumen fiskal dan non fiskal yang diperlukan untuk menyokong pengembangan energi terbarukan.
Markas besar IRENA berada di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, yang sekaligus menandai untuk pertama kali badan internasional berkantor pusat di wilayah Timur Tengah.
Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan program-program IRENA untuk mempromosikan investasi asing di bidang energi terbarukan bagi proyek-proyek pembangkit energi terbarukan di Indonesia, mengingat Indonesia sudah mulai dikenal di Timur Tengah sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak potensi energi terbarukan contohnya cadangan energi panas bumi (geothermal) yang merupakan terbesar kedua di dunia.
Pewarta : Oleh: M Anthoni
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kunjungi Musi Banyuasin, Kartika Sandra Desi tegaskan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan
03 February 2026 19:47 WIB
Tanamkan nilai kebangsaan sejak dini, Yuk Cici ajak pelajar Bayung Lencir jadi generasi penjaga Indonesia
03 February 2026 19:28 WIB
Kartika Sandra Desi sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Bayung Lencir Muba
03 February 2026 19:12 WIB
Anggota MPR RI 'Yuk Cici' gelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SDN 2 Bayung Lencir
03 February 2026 19:01 WIB
Kodam III/Siliwangi telusuri informasi dugaan 23 anggota TNI jadi korban longsor di Cisarua
24 January 2026 18:33 WIB
Kartika Sandra Desi kunjungi SMK Negeri 1 Bayung Lencir, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
17 January 2026 16:15 WIB
Kartika Sari Desi kunjungi SMP Negeri 1 Bayung Lencir, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
14 January 2026 14:08 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB