Lifter Indonesia sementara peringkat teratas
Rabu, 25 September 2013 8:27 WIB
Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlaga pada cabang angkat besi kelas 62kg Islamic Solidarity Games III di Jakabring, Palembang, Rabu (25/ 9). (FOTO ANTARA/FANNY OCTAVIANUS)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Lifter Indonesia untuk sementara menempati peringkat teratasa dalam pengumpulan medali cabang angkat besi pesta olahraga antar negara-negara Islam atauIslamic Solidarity Games III/2013 di Palembang, Sumatera Selatan dengan tiga emas, satu perak dan satu perunggu.
Lifter putri Indonesia menyapu bersih semua kelas yang dipertandingkan pada hari pertama, yakni kelas 48, 53, dan 58 kilogram yang berlangsung di Graha Serbaguna Jakabaring, Palembang, Selasa (24/9).
Selain tiga medali emas lifter Indonesia juga memperoleh satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Irak menempati urutan kedua dengan memperoleh satu medali emas, disusul Azerbaijan dengan satu medali perak, Saudi Arabia satu medali perak, Mesir dan Malaysia masing-masing satu medali perunggu.
Okta Dwi Pramita yang turun di kelas 58 kilogram berhasil meraih medali emas.
Dua lifter putri Indonesia lainnya juga meraih medali emas angkat besi dari kelas 48 kilogram putri yang dipersembahkan oleh Sri Wahyuni Agustiani dan Citra Febrianti yang turun di kelas 53 kilogram.
Medali perak disumbangkan Syarah Anggraini yang turun di kelas 53 kilogram. Sedang medali perunggu disumbang atlet putra M Purkon yang turun di kelas 56 kilogram.
Manager tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja mengatakan target kita pada hari pertama hanya dua medali emas dan satu perak.
"Target kita pada hari pertama cabang angkat besi ini telah terlampaui," kata dia pula.
Ia menambahkan target dari cabang angkat besi sendiri hanya tiga atau empat medali emas, tapi diharapkan lebih dari itu mengingat lifter Indonesia masih akan bertanding di kelas yang menjadi andalan.
Lifter putri Indonesia menyapu bersih semua kelas yang dipertandingkan pada hari pertama, yakni kelas 48, 53, dan 58 kilogram yang berlangsung di Graha Serbaguna Jakabaring, Palembang, Selasa (24/9).
Selain tiga medali emas lifter Indonesia juga memperoleh satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Irak menempati urutan kedua dengan memperoleh satu medali emas, disusul Azerbaijan dengan satu medali perak, Saudi Arabia satu medali perak, Mesir dan Malaysia masing-masing satu medali perunggu.
Okta Dwi Pramita yang turun di kelas 58 kilogram berhasil meraih medali emas.
Dua lifter putri Indonesia lainnya juga meraih medali emas angkat besi dari kelas 48 kilogram putri yang dipersembahkan oleh Sri Wahyuni Agustiani dan Citra Febrianti yang turun di kelas 53 kilogram.
Medali perak disumbangkan Syarah Anggraini yang turun di kelas 53 kilogram. Sedang medali perunggu disumbang atlet putra M Purkon yang turun di kelas 56 kilogram.
Manager tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja mengatakan target kita pada hari pertama hanya dua medali emas dan satu perak.
"Target kita pada hari pertama cabang angkat besi ini telah terlampaui," kata dia pula.
Ia menambahkan target dari cabang angkat besi sendiri hanya tiga atau empat medali emas, tapi diharapkan lebih dari itu mengingat lifter Indonesia masih akan bertanding di kelas yang menjadi andalan.
Pewarta : Oleh: Agus Wira Sukarta
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PB PABSI kirim tiga lifter ke Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2026
04 August 2026 19:55 WIB
Lifter Rizki Juniansyah persembahkan perak dan perunggu kejuaraan dunia 2024
11 December 2024 8:30 WIB, 2024
Indah Afriza peraih emas pertama Sumsel, selanjutnya menatap pentas dunia
08 September 2024 15:03 WIB, 2024
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Matangkan persiapan Asian Games 2026, Timnas selancar uji papan di Pantai Berawa
16 September 2026 9:20 WIB
Dewa United tahan imbang Bhayangkara FC 2-2 pada pekan kedua Super League
11 September 2026 21:22 WIB