Palembang (ANTARA Sumsel) - Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melengkapi fasilitas perkuliahan sebagai upaya memperbaiki peringkat jajaran lembaga pendidikan tinggi terbaik nasional dan dunia.
"Berdasarkan situs peranking universitas dunia 'Webometrics' kampus ini telah masuk peringkat 79 di Indonesia dan 4.780 dunia, kemudian peringkat 52 Tesca, dan Peringkat 85 4ICU," kata Wakil Rektor Universitas Bina Darma (UBD) Dr Sunda Ariana MPd di Palembang, Jumat.
Menurutnya, untuk mendukung upaya tersebut, selain meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas pendukung, pihaknya juga berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri.
Peringkat yang telah diraih perguruan tinggi swasta dirintis sejak tahun 1994 itu merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan, mengingat untuk masuk peringkat tersebut tidak gampang.
Prestasi yang telah dicapai tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi menjadi tantangan bagi civitas akademika UBD untuk meningkatkannya pada posisi yang lebih baik, katanya.
Dijelaskannya, dengan terus meningkatkan kualitas, universitas yang telah meluluskan lebih dari 15 ribu sarjana (S-1) dan pascasarjana (S-2) itu diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan peringkat "Webometrics", tetapi juga mendapatkan kepercayaan masyarakat yang lebih besar.
Dalam peringkat Webometrics untuk perguruan tinggi di dunia dan Indonesia hingga awal 2013, UBD berada beberapa peringkat di bawah Universitas Bengkulu (Indonesia peringkat 71, dunia peringkat 4.358), Universitas Negeri Gorontalo (73 Indonesia, 4.419 dunia), STMIK MDP & STIE MDP (74 Indonesia, 4.419 dunia), Universitas Jember (75 Indonesia, 4.463 dunia), Universitas Pasundan (76 Indonesia, 4.535 dunia), Universitas Islam Bandung (77 Indonesia, 4.602 dunia), Universitas Muslim Indonesia (78 Indonesia, 4.651 dunia).
Sedangkan peringkat utama perguruan tinggi di Indonesia adalah (peringkat 1 Indonesia) Universitas Gadjah Mada (440 dunia), ITB (2 Indonesia, 497 dunia), UI (3 Indonesia, 581 dunia), Universitas Gunadarma (4 Indonesia, 634 dunia), Universitas Brawijaya (5 Indonesia, 722 dunia), Undip (6 Indonesia, 781 dunia), IPB (7 Indonesia, 839 dunia), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (8 Indonesia, 848 dunia), Unpad (9 Indonesia, 885 dunia), dan Universitas Airlangga (10 Indonesia, 929 dunia).
Lebih lanjut, Wakil Rektor UBD mengatakan, dengan masuknya universitas ini dalam jajaran peringkat lembaga pendidikan tinggi tersebut, berdasarkan data jumlah mahasiswa baru yang mendaftar pada tahun akademik 2013/2014 ini mengalami peningkatan.
Sekarang ini telah terdaftar lebih dari 2.000 mahasiwa baru dari berbagai daerah di Sumsel dan provinsi tetangga, bahkan sekarang ini tercatat ada beberapa mahasiswa dari luar negeri masuk menjadi mahasiswa UBD, ujarnya.
Kualitas sebuah perguruan tinggi merupakan salah satu penilaian masyarakat dalam menentukan pilihan tempat yang tepat untuk menitipkan putra-putrinya melanjutkan pendidikan tinggi.
Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas universitas ini dan mencetak alumni yang siap pakai, sehingga ke depan pengakuan dunia internasional serta kepercayaan masyarakat semakin besar, ujar Sunda.
"Berdasarkan situs peranking universitas dunia 'Webometrics' kampus ini telah masuk peringkat 79 di Indonesia dan 4.780 dunia, kemudian peringkat 52 Tesca, dan Peringkat 85 4ICU," kata Wakil Rektor Universitas Bina Darma (UBD) Dr Sunda Ariana MPd di Palembang, Jumat.
Menurutnya, untuk mendukung upaya tersebut, selain meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas pendukung, pihaknya juga berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri.
Peringkat yang telah diraih perguruan tinggi swasta dirintis sejak tahun 1994 itu merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan, mengingat untuk masuk peringkat tersebut tidak gampang.
Prestasi yang telah dicapai tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi menjadi tantangan bagi civitas akademika UBD untuk meningkatkannya pada posisi yang lebih baik, katanya.
Dijelaskannya, dengan terus meningkatkan kualitas, universitas yang telah meluluskan lebih dari 15 ribu sarjana (S-1) dan pascasarjana (S-2) itu diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan peringkat "Webometrics", tetapi juga mendapatkan kepercayaan masyarakat yang lebih besar.
Dalam peringkat Webometrics untuk perguruan tinggi di dunia dan Indonesia hingga awal 2013, UBD berada beberapa peringkat di bawah Universitas Bengkulu (Indonesia peringkat 71, dunia peringkat 4.358), Universitas Negeri Gorontalo (73 Indonesia, 4.419 dunia), STMIK MDP & STIE MDP (74 Indonesia, 4.419 dunia), Universitas Jember (75 Indonesia, 4.463 dunia), Universitas Pasundan (76 Indonesia, 4.535 dunia), Universitas Islam Bandung (77 Indonesia, 4.602 dunia), Universitas Muslim Indonesia (78 Indonesia, 4.651 dunia).
Sedangkan peringkat utama perguruan tinggi di Indonesia adalah (peringkat 1 Indonesia) Universitas Gadjah Mada (440 dunia), ITB (2 Indonesia, 497 dunia), UI (3 Indonesia, 581 dunia), Universitas Gunadarma (4 Indonesia, 634 dunia), Universitas Brawijaya (5 Indonesia, 722 dunia), Undip (6 Indonesia, 781 dunia), IPB (7 Indonesia, 839 dunia), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (8 Indonesia, 848 dunia), Unpad (9 Indonesia, 885 dunia), dan Universitas Airlangga (10 Indonesia, 929 dunia).
Lebih lanjut, Wakil Rektor UBD mengatakan, dengan masuknya universitas ini dalam jajaran peringkat lembaga pendidikan tinggi tersebut, berdasarkan data jumlah mahasiswa baru yang mendaftar pada tahun akademik 2013/2014 ini mengalami peningkatan.
Sekarang ini telah terdaftar lebih dari 2.000 mahasiwa baru dari berbagai daerah di Sumsel dan provinsi tetangga, bahkan sekarang ini tercatat ada beberapa mahasiswa dari luar negeri masuk menjadi mahasiswa UBD, ujarnya.
Kualitas sebuah perguruan tinggi merupakan salah satu penilaian masyarakat dalam menentukan pilihan tempat yang tepat untuk menitipkan putra-putrinya melanjutkan pendidikan tinggi.
Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas universitas ini dan mencetak alumni yang siap pakai, sehingga ke depan pengakuan dunia internasional serta kepercayaan masyarakat semakin besar, ujar Sunda.