OJK: perusahaan terbuka siapkan diri hadapi MEA 2015
Rabu, 18 September 2013 22:50 WIB
Otoritas Jasa Keuangan - OJK (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa perusahaan terbuka agar menyiapkan diri untuk menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.
"Perusahaan terbuka, termasuk perbankan harus siapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal itu diharapkan dapat menjadi sarana yang bagus bagi perusahaan terbuka untuk terus membenahi diri, kita semua memiliki harapan yang besar," ujar Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan, Nelson Tampubolon dalam seminar "ASEAN Economic Community 2015" di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan perusahaan terbuka harus terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) agar dapat bersaing dengan perusahaan di negara lainnya.
"Melalui tata kelola yang baik diharapkan juga gejolak ekonomi sudah dapat diantisipasi," kata dia.
Nelson juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah memasuki tahap finalisasi untuk merampungkan model pengawasan industri jasa keuangan. Diharapkan, selesai menjelang beralihnya fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia ke OJK pada 2014 mendatang.
"Model pengawasan lembaga-lembaga keuangan sudah hampir kami rampungkan bersama-sama dengan Bank Indonesia. Namun, kalau regulasi saya pikir belum di 2014," kata dia.
Menurut Nelson, model pengawasan yang tengah dikembangkan OJK itu terintegrasi antara pasar modal, industri kuangan non-bank dan perbankan.
"Kami mencoba mengembangkan pola pengawasan dengan mengintegrasikan data dari masing-masing kelompok usaha," katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga akan mengatur permodalan, likuiditas, dan penerapan tata kelola industri keuangan.
"Sementara untuk 'holding' perusahaannya, nanti akan menjadi bagian berikutnya yang akan diatur," ujarnya.
"Perusahaan terbuka, termasuk perbankan harus siapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal itu diharapkan dapat menjadi sarana yang bagus bagi perusahaan terbuka untuk terus membenahi diri, kita semua memiliki harapan yang besar," ujar Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan, Nelson Tampubolon dalam seminar "ASEAN Economic Community 2015" di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan perusahaan terbuka harus terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) agar dapat bersaing dengan perusahaan di negara lainnya.
"Melalui tata kelola yang baik diharapkan juga gejolak ekonomi sudah dapat diantisipasi," kata dia.
Nelson juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah memasuki tahap finalisasi untuk merampungkan model pengawasan industri jasa keuangan. Diharapkan, selesai menjelang beralihnya fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia ke OJK pada 2014 mendatang.
"Model pengawasan lembaga-lembaga keuangan sudah hampir kami rampungkan bersama-sama dengan Bank Indonesia. Namun, kalau regulasi saya pikir belum di 2014," kata dia.
Menurut Nelson, model pengawasan yang tengah dikembangkan OJK itu terintegrasi antara pasar modal, industri kuangan non-bank dan perbankan.
"Kami mencoba mengembangkan pola pengawasan dengan mengintegrasikan data dari masing-masing kelompok usaha," katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga akan mengatur permodalan, likuiditas, dan penerapan tata kelola industri keuangan.
"Sementara untuk 'holding' perusahaannya, nanti akan menjadi bagian berikutnya yang akan diatur," ujarnya.
Pewarta : Oleh: Zubi Mahrofi
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mea Shahira kolaborasi dengan Matter Mos di lagu "Apple of My Eyes"
21 February 2021 20:02 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025