Jumlah saham diturunkan jadi 100 lembar per lot
Kamis, 15 Agustus 2013 17:49 WIB
Ilustrasi - Monitor grafik pergerakan saham. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan rencana penurunan jumlah saham dalam satuan lot dari 500 per lembar saham menjadi 100 per lembar saham segera direalisasikan pada Desember 2013.
"Penurunan jumlah saham dalam satuan lot bisa dimulai per 1 Desember 2013. Kenapa lama? Karena perlu persiapan dari sisi teknis, sistem tidak hanya di BEI tetapi juga di anggota bursa (AB). Ini yang memerlukan waktu," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan bahwa realisasi penurunan satuan lot itu mengalami kemunduran dari target awal pada semester I 2013 menjadi bulan Desember 2013.
Ia mengharapkan dengan adanya penurunan jumlah saham dalam satuan lot itu dapat meringankan investor terutama ritel dalam mengakumulasi saham.
"Dengan demikian, likuiditas lebih terjaga, transaksi lebih banyak dan Pasar Modal Indonesia lebih semarak lagi," kata dia.
Ia menambahkan sistem penghitungan penurunan jumlah dalam satuan lot itu juga akan dimiliki oleh lembaga terkait seperti perusahaan vendor dan juga PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Ito juga mengatakan pihak BEI akan melakukan edukasi kepada investor dan juga masyarakat terkait pengurangan jumlah saham dalam satuan lot tersebut.
"Sosialisasi penting karena tujuan utama dari rencana itu adalah untuk meningkatkan jumlah investor ritel di BEI," katanya.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat mengatakan dengan jumlah saham yang diturunkan dari 500 lembar saham menjadi 100 lembar saham dalam lot, dana yang akan ditempatkan dalam suatu saham menjadi lebih terjangkau bagi investor.
"Selain itu, investor juga dapat mendiversifikasikan dananya ke saham lainnya. Dengan begitu diharapkan transaksi saham di bursa menjadi bertambah likuid," ujar dia.
Samsul optimistis industri pasar modal domestik akan terus tumbuh, hal itu juga didukung dari terus dilakukannya pemutakhiran sistem perdagangan di BEI.
"Penurunan jumlah saham dalam satuan lot bisa dimulai per 1 Desember 2013. Kenapa lama? Karena perlu persiapan dari sisi teknis, sistem tidak hanya di BEI tetapi juga di anggota bursa (AB). Ini yang memerlukan waktu," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan bahwa realisasi penurunan satuan lot itu mengalami kemunduran dari target awal pada semester I 2013 menjadi bulan Desember 2013.
Ia mengharapkan dengan adanya penurunan jumlah saham dalam satuan lot itu dapat meringankan investor terutama ritel dalam mengakumulasi saham.
"Dengan demikian, likuiditas lebih terjaga, transaksi lebih banyak dan Pasar Modal Indonesia lebih semarak lagi," kata dia.
Ia menambahkan sistem penghitungan penurunan jumlah dalam satuan lot itu juga akan dimiliki oleh lembaga terkait seperti perusahaan vendor dan juga PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Ito juga mengatakan pihak BEI akan melakukan edukasi kepada investor dan juga masyarakat terkait pengurangan jumlah saham dalam satuan lot tersebut.
"Sosialisasi penting karena tujuan utama dari rencana itu adalah untuk meningkatkan jumlah investor ritel di BEI," katanya.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat mengatakan dengan jumlah saham yang diturunkan dari 500 lembar saham menjadi 100 lembar saham dalam lot, dana yang akan ditempatkan dalam suatu saham menjadi lebih terjangkau bagi investor.
"Selain itu, investor juga dapat mendiversifikasikan dananya ke saham lainnya. Dengan begitu diharapkan transaksi saham di bursa menjadi bertambah likuid," ujar dia.
Samsul optimistis industri pasar modal domestik akan terus tumbuh, hal itu juga didukung dari terus dilakukannya pemutakhiran sistem perdagangan di BEI.
Pewarta : Oleh: Zubi Mahrofi
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
100 personel Polda Sumsel diberangkatkan ke Aceh, bantu pemulihan pasca bencana
27 December 2025 10:18 WIB
Kemenkumham Sumsel kumpulkan 28 satuan kerja atasi masalah pengelolaan BMN
31 October 2024 23:07 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB