Asuransi Astra siapkan pos siaga mudik
Selasa, 23 Juli 2013 5:49 WIB
Ilustrasi - Armada angkutan mudik lebaran (ANTARA FOTO)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Asuransi Astra Buana (AAB) menyiapkan sembilan pos siaga mudik pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1434 Hijriah.
Kepala Humas dan Komunikasi Pemasaran AAB Laurentius Iwan Pranoto dalam diskusi di Jakarta mengatakan pos siaga tersebut tersebar di Jawa dan Bali.
"Kita bekerja sama dengan Astra Groups dan Garda Oto menyediakan bengkel dan pos siaga 24 jam," katanya.
Pos siaga tersebut tersebar di jalan-jalan yang dilalui pemudik, seperti Cikampek, Cisarua, Merak, Nagrek, Palikanci, Alas Roban, Buntu, Caruban dan Tabanan.
Laurentius mengatakan pihaknya juga menambahkan pos bengkel di sejumlah titik yang mencapai lebih dari 77 bengkel.
Dia menyebutkan terdapat 21 mobil servis, 27 garda siaga dan 33 emergency road assistance.
"Bengkel pos dilengkapi armadaderek gratis yang siap membawa mobil ke tujuan tertentu," katanya.
Dia menjelaskan pihaknya juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyediaan fasilitas kesehatan di pos siaga tersebut.
"Pemudik bisa melakukan tensi darah atau pemeriksaan kesehatan lainnya," katanya.
Pelayanan pos siaga tersebut tersedia dari 2-7 Agustus 2013.
Laurentius mengatakan mudik berkontribusi terhadap pembayaran klaim AAB mengalami kenaikan hingga 40 persen.
"Musim mudik lebaran biasanya meningkat, tetapi bukan peningkatan total, hanya lebih besar sekitar 30-40 persen dibanding hari biasa," katanya.
Dia mengatakan hampir setiap tahun meningkat, namun angkanya bisa berubah.
"Kurang lebih angkanya naik dan tambah banyak," katanya.
Dia mengatakan klaim untuk mobil lebih besar karena risikonya yang dikenai juga lebih tinggi, terutama ketika mudik Idul Fitri.
Dia juga menyebutkan asuransi kendaraan bermotor berkontribusi paling besar dalam portofolio 2012, yakni sebesar 70 persen atau senilai Rp1,9 triliun dari total Rp3,1 triliun.
Laurentius juga mengimbau kepada pemudik untuk meminimalisasi akan risiko melalui manajemen risiko.
"Kita imbau untuk meminimalisasi dengan manajemen risiko karena semua orang beramai-ramai untuk keluar dan jalanan menjadi lebih padat," katanya.
Dia menjelaskan ada kunjungan rutin untuk sosialisasi manajemen risiko yang meliputi penjelasan biaya kecelakaan, seperti kerusakan fisik, pengobatan medis, kerusakan properti dan yang lain.
Kepala Humas dan Komunikasi Pemasaran AAB Laurentius Iwan Pranoto dalam diskusi di Jakarta mengatakan pos siaga tersebut tersebar di Jawa dan Bali.
"Kita bekerja sama dengan Astra Groups dan Garda Oto menyediakan bengkel dan pos siaga 24 jam," katanya.
Pos siaga tersebut tersebar di jalan-jalan yang dilalui pemudik, seperti Cikampek, Cisarua, Merak, Nagrek, Palikanci, Alas Roban, Buntu, Caruban dan Tabanan.
Laurentius mengatakan pihaknya juga menambahkan pos bengkel di sejumlah titik yang mencapai lebih dari 77 bengkel.
Dia menyebutkan terdapat 21 mobil servis, 27 garda siaga dan 33 emergency road assistance.
"Bengkel pos dilengkapi armadaderek gratis yang siap membawa mobil ke tujuan tertentu," katanya.
Dia menjelaskan pihaknya juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyediaan fasilitas kesehatan di pos siaga tersebut.
"Pemudik bisa melakukan tensi darah atau pemeriksaan kesehatan lainnya," katanya.
Pelayanan pos siaga tersebut tersedia dari 2-7 Agustus 2013.
Laurentius mengatakan mudik berkontribusi terhadap pembayaran klaim AAB mengalami kenaikan hingga 40 persen.
"Musim mudik lebaran biasanya meningkat, tetapi bukan peningkatan total, hanya lebih besar sekitar 30-40 persen dibanding hari biasa," katanya.
Dia mengatakan hampir setiap tahun meningkat, namun angkanya bisa berubah.
"Kurang lebih angkanya naik dan tambah banyak," katanya.
Dia mengatakan klaim untuk mobil lebih besar karena risikonya yang dikenai juga lebih tinggi, terutama ketika mudik Idul Fitri.
Dia juga menyebutkan asuransi kendaraan bermotor berkontribusi paling besar dalam portofolio 2012, yakni sebesar 70 persen atau senilai Rp1,9 triliun dari total Rp3,1 triliun.
Laurentius juga mengimbau kepada pemudik untuk meminimalisasi akan risiko melalui manajemen risiko.
"Kita imbau untuk meminimalisasi dengan manajemen risiko karena semua orang beramai-ramai untuk keluar dan jalanan menjadi lebih padat," katanya.
Dia menjelaskan ada kunjungan rutin untuk sosialisasi manajemen risiko yang meliputi penjelasan biaya kecelakaan, seperti kerusakan fisik, pengobatan medis, kerusakan properti dan yang lain.
Pewarta : Oleh: Juwita Trisna Rahayu
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga tebar promo spesial BBM dan Bright Gas selama Lebaran 2026
26 March 2026 19:43 WIB
Lembaga riset NEXT Indonesia: Perputaran uang tunai Lebaran 2026 tembus Rp1.370 triliun
26 March 2026 19:41 WIB
Prakiraan cuaca Palembang Senin 23 Maret 2026: berpotensi hujan ringan hingga sedang
23 March 2026 10:29 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB