Rupiah Senin pagi di posisi Rp10.055
Senin, 22 Juli 2013 16:34 WIB
Uang rupiah kertas pecahan Rp100.000. (Foto Antarasumsel.com/12)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Mata uang rupiah Senin pagi cenderung bergerak stabil di posisi Rp10.055 per dolar AS, menyusul komitmen G-20 yang akan fokus pada pemulihan ekonomi global.
"G-20 berkomitmen untuk lebih fokus pada pemulihan ekonomi global, kondisi itu cukup membuat mata uang domestik bergerak stabil," kata Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir di Jakarta, Senin.
Meski demikian, lanjut dia, rupiah masih dibayangi kekhawatiran potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve, perlambatan ekonomi Indonesia, dan masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia seiring masih tingginya harga minyak dunia.
Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova menambahkan langkah Bank Indonesia yang mengeluarkan instrumen "Foreign Exchange" (FX) "Swap" diharapkan dapat menahan pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam.
Ia mengatakan dengan adanya fasilitas itu maka dana asing yang berasal dari pasar modal dapat terdeteksi pergerakannya sehingga nilai tukar domestik dapat lebih stabil.
"Selama ini 'hot money' dari pasar modal cenderung susah dikendalikan, diharapkan dengan adanya fasilitas itu dapat dikendalikan dan berdampak positif bagi rupiah," katanya.
Ruly juga mengatakan harga minyak dunia yang di atas level 100 dolar AS per barel masih menjadi sentimen negatif bagi neraca perdagangan Indonesia (NPI).
"G-20 berkomitmen untuk lebih fokus pada pemulihan ekonomi global, kondisi itu cukup membuat mata uang domestik bergerak stabil," kata Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir di Jakarta, Senin.
Meski demikian, lanjut dia, rupiah masih dibayangi kekhawatiran potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve, perlambatan ekonomi Indonesia, dan masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia seiring masih tingginya harga minyak dunia.
Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova menambahkan langkah Bank Indonesia yang mengeluarkan instrumen "Foreign Exchange" (FX) "Swap" diharapkan dapat menahan pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam.
Ia mengatakan dengan adanya fasilitas itu maka dana asing yang berasal dari pasar modal dapat terdeteksi pergerakannya sehingga nilai tukar domestik dapat lebih stabil.
"Selama ini 'hot money' dari pasar modal cenderung susah dikendalikan, diharapkan dengan adanya fasilitas itu dapat dikendalikan dan berdampak positif bagi rupiah," katanya.
Ruly juga mengatakan harga minyak dunia yang di atas level 100 dolar AS per barel masih menjadi sentimen negatif bagi neraca perdagangan Indonesia (NPI).
Pewarta : Oleh: Zubi Mahrofi
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 terpantau stabil
13 April 2026 8:18 WIB
Harga emas Pegadaian Senin 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 stabil di awal pekan
06 April 2026 7:52 WIB
Harga jual emas di Pegadaian, dua produk buatan Galeri24 dan UBS kompak stabil
26 January 2026 10:08 WIB