BKKBN Sumsel pertemuan dengan Jurnalis
Jumat, 5 Juli 2013 14:30 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Selatan Sri Rahayu berbincang-bincang dengan para wartawan di Palembang, Kamis (4/7), dalam menggagas terbentuknya forum jurnalis yang menyuarakan program Kependudukan dan Keluarga Berencana. (Foto Antarasumsel.com/13
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sumatera Selatan menggelar pertemuan dengan para jurnalis di Palembang, Kamis (4/7), untuk menyuarakan berbagai program dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.
"Peranan media dalam menyuarakan program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) sangatlah penting. Untuk itu Badan Kependudukan Keluarga Berancana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel menggelar pertemuan dengan jurnalis dari berbagai media di Sumsel," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Sri Rahayu seusai pertemuan.
Ia mengemukakan, berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, keikutsertaan masyarakat Sumsel dalam ber-KB berada di atas angka rata-rata nasional sebesar 54 persen yakni 64 persen dari pasangan usia subur.
Hanya saja, dalam keikutsertaan itu didominiasi menggunakan alat kontrasepsi jenis suntikan dengan rentan hanya tiga bulan.
Untuk itu, BKKBN sangat memerlukan media cetak maupun elektronik untuk ikut mensosialisasikan program KKB kepada masyarakat melalui penulisan dan pemberitaan, terutama dalam mempopulerkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJB) yakni IUD dan implant yang lebih efektif karena periode mencapai tiga tahun.
Selain itu, pihaknya juga membutuhkan media massa untuk mensosialisasikan program KKB ke daerah terpencil yang kerap kekurangan akses informasi.
"Diakui memang banyak tantangan yang harus dihadapi wartawan dalam menyampaikan informasi ke daerah terpencil karena sulit dijangkau. Namun dengan adanya kepedulian maka hal itu tidak akan terasa sulit karena sudah ada niat yang tulus untuk turut andil terhadap persoalan dasar negara kita yakni menekan laju pertumbuhan penduduk," ujarnya.
Ia menambahkan, program KKB memiliki banyak istilah yang juga harus dipahami para jurnalis.
Untuk itu, dalam waktu dekat akan diadakan orientasi kepada para jurnalis sehingga penulisan pemberitaan menjadi lebih akurat sekaligus mudah dimengerti pada pembaca.
"Kami berharap seluruh media di Sumsel dapat berpertisipasi mensosialisasikan progam KKB serta mengajak dan memotivasi masyarakat untuk menggunakan MKJB," katanya.
Dalam pertemuaan itu juga muncul ide dari para wartawan untuk membuat sebuah forum sebagai bentuk kepedulian terhadap program KKB yang mendapatkan apresiasi positif BKKBN.
"Nanti akan diprogramkan perlombaan foto dan tulisan bagi para wartawan agar lebih terpacu," katanya.
Sementara ini, BKKBN Sumsel sendiri gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih di atas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak yang dilahirkan) berdasarkan hasil SDKI 2012.
"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera," ujarnya.
Permasalahan kependudukan dan KB ini menjadi tanggung jawab bersama dan tidak bisa disepelekan karena jika target kepesertaan KB meleset, maka dampaknya akan sangat terasa pada satu dekade kemudian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Peranan media dalam menyuarakan program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) sangatlah penting. Untuk itu Badan Kependudukan Keluarga Berancana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel menggelar pertemuan dengan jurnalis dari berbagai media di Sumsel," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Sri Rahayu seusai pertemuan.
Ia mengemukakan, berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, keikutsertaan masyarakat Sumsel dalam ber-KB berada di atas angka rata-rata nasional sebesar 54 persen yakni 64 persen dari pasangan usia subur.
Hanya saja, dalam keikutsertaan itu didominiasi menggunakan alat kontrasepsi jenis suntikan dengan rentan hanya tiga bulan.
Untuk itu, BKKBN sangat memerlukan media cetak maupun elektronik untuk ikut mensosialisasikan program KKB kepada masyarakat melalui penulisan dan pemberitaan, terutama dalam mempopulerkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJB) yakni IUD dan implant yang lebih efektif karena periode mencapai tiga tahun.
Selain itu, pihaknya juga membutuhkan media massa untuk mensosialisasikan program KKB ke daerah terpencil yang kerap kekurangan akses informasi.
"Diakui memang banyak tantangan yang harus dihadapi wartawan dalam menyampaikan informasi ke daerah terpencil karena sulit dijangkau. Namun dengan adanya kepedulian maka hal itu tidak akan terasa sulit karena sudah ada niat yang tulus untuk turut andil terhadap persoalan dasar negara kita yakni menekan laju pertumbuhan penduduk," ujarnya.
Ia menambahkan, program KKB memiliki banyak istilah yang juga harus dipahami para jurnalis.
Untuk itu, dalam waktu dekat akan diadakan orientasi kepada para jurnalis sehingga penulisan pemberitaan menjadi lebih akurat sekaligus mudah dimengerti pada pembaca.
"Kami berharap seluruh media di Sumsel dapat berpertisipasi mensosialisasikan progam KKB serta mengajak dan memotivasi masyarakat untuk menggunakan MKJB," katanya.
Dalam pertemuaan itu juga muncul ide dari para wartawan untuk membuat sebuah forum sebagai bentuk kepedulian terhadap program KKB yang mendapatkan apresiasi positif BKKBN.
"Nanti akan diprogramkan perlombaan foto dan tulisan bagi para wartawan agar lebih terpacu," katanya.
Sementara ini, BKKBN Sumsel sendiri gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih di atas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak yang dilahirkan) berdasarkan hasil SDKI 2012.
"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera," ujarnya.
Permasalahan kependudukan dan KB ini menjadi tanggung jawab bersama dan tidak bisa disepelekan karena jika target kepesertaan KB meleset, maka dampaknya akan sangat terasa pada satu dekade kemudian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pewarta : Oleh: Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKKBN dan Tim Penggerak PKK Sumsel bersinergi perkuat program pembangunan keluarga
08 July 2026 10:11 WIB
Kemendukbangga jalankan program titip anak, berikan alternatif pengasuhan saat ibu bekerja
09 December 2025 18:21 WIB
BKKBN Sumsel tingkatkan literasi warga metode pengasuhan 1.000 hari pertama
01 December 2025 16:02 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Pemkot Palembang cegah stunting jalankan program pemberian makanan tambahan
24 September 2026 22:04 WIB