SMK Lampung Selatan pamerkan robot
Senin, 24 Juni 2013 21:15 WIB
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Lampung Selatan berhasil membuat robot pengikut garis atau "line follower robot" yang berfungsi sebagai pengantar barang atau benda dari suatu ruangan ke ruangan lain dengan jalur tunggal.
"Walaupun prinsip kerjanya sederhana, aplikasi dari robot line follower cukup banyak," kata instruktur robotik di salah satu SMK di Lampung Selatan Handri Surpriadi, pada Lampung Fair 2013 di Bandarlampung, Senin.
Ia menyatakan bahwa SMK di Lampung Selatan itu tidak hanya berhasil membuat robot saja, tetapi juga terdapat keunggulan bidang lain seperti teknik pembuatan kendaraan ringan, komputer dan sistem jaringan yang dipelajari oleh para siswanya.
Selain untuk bahan pembelajaran, pihaknya juga memperjualbelikan hasil rakitan robot buatan siswa SMK tersebut ke sekolah lainnya.
"Kami juga mengajarkan kepada siswa mengenai teknik pembuatan kendaraan ringan yang telah menghasilkan kendaraan gokart, selain itu juga komponen mobil Esemka, namun saat ini masih sebatas sebagai bahan pembelajaran siswa saja, juga sebagai perbandingan untuk sekolah-sekolah lain sejenis," ujarnya lagi.
Tenaga pendidik di sekolah itu, Handri menjelaskan, pengajarnya berasal dari Lampung dan juga luar daerah ini.
Namun, hal tersebut tak menyurutkan siswanya untuk mencetak prestasi dan berkarya.
"Beberapa kejuaraan pernah diikuti dan menyabet juara, meski sebatas tingkat provinsi," katanya.
Ia menambahkan, SMK swasta di Lampung Selatan ikut berpartisipasi dalam ajang Lampung Fair 2013 di PKOR Wayhalim Bandarlampung, sedangkan SMK negeri belum.
Dinas Pendidikan Lampung Selatan pada kegiatan Lampung Fair 2013 secara khusus menampilkan hasil karya anak didik SMK di bidang mesin terutama pembuatan robot.
Hasil karya tersebut dihasilkan para siswa SMK terutama Jurusan Teknik, sedangkan hasil kerajinan dibiat para pelajar SMP.
"Walaupun prinsip kerjanya sederhana, aplikasi dari robot line follower cukup banyak," kata instruktur robotik di salah satu SMK di Lampung Selatan Handri Surpriadi, pada Lampung Fair 2013 di Bandarlampung, Senin.
Ia menyatakan bahwa SMK di Lampung Selatan itu tidak hanya berhasil membuat robot saja, tetapi juga terdapat keunggulan bidang lain seperti teknik pembuatan kendaraan ringan, komputer dan sistem jaringan yang dipelajari oleh para siswanya.
Selain untuk bahan pembelajaran, pihaknya juga memperjualbelikan hasil rakitan robot buatan siswa SMK tersebut ke sekolah lainnya.
"Kami juga mengajarkan kepada siswa mengenai teknik pembuatan kendaraan ringan yang telah menghasilkan kendaraan gokart, selain itu juga komponen mobil Esemka, namun saat ini masih sebatas sebagai bahan pembelajaran siswa saja, juga sebagai perbandingan untuk sekolah-sekolah lain sejenis," ujarnya lagi.
Tenaga pendidik di sekolah itu, Handri menjelaskan, pengajarnya berasal dari Lampung dan juga luar daerah ini.
Namun, hal tersebut tak menyurutkan siswanya untuk mencetak prestasi dan berkarya.
"Beberapa kejuaraan pernah diikuti dan menyabet juara, meski sebatas tingkat provinsi," katanya.
Ia menambahkan, SMK swasta di Lampung Selatan ikut berpartisipasi dalam ajang Lampung Fair 2013 di PKOR Wayhalim Bandarlampung, sedangkan SMK negeri belum.
Dinas Pendidikan Lampung Selatan pada kegiatan Lampung Fair 2013 secara khusus menampilkan hasil karya anak didik SMK di bidang mesin terutama pembuatan robot.
Hasil karya tersebut dihasilkan para siswa SMK terutama Jurusan Teknik, sedangkan hasil kerajinan dibiat para pelajar SMP.
Pewarta : Oleh: Agus Wira Sukarta
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri pastikan terus kejar tersangka DPO di kasus robot trading Net89
22 January 2025 13:28 WIB, 2025
Pemkot Tangsel berikan penghargaan kepada juara I World Robot Olympiad SWA
06 December 2024 19:01 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB