Jakarta (ANTARA Sumsel)- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyatakan harapannya masuk dalam kategori buku III, yakni memiliki modal minimum Rp5 triliun, dengan menambah permodalan melalui mekanisme "right issue" atau penawaran umum terbatas.
"Kami ingin menambah modal melalui mekanisme 'right issue' pada tahun ini, agar bisa masuk dalam kategori buku III, atau bank dengan modal minimum Rp5 triliun," kata Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin di sela-sela acara paparan Kinerja Keuangan Bank Muamalat Tahun 2012 di Jakarta, Senin.
Bank Indonesia pada akhir tahun lalu mengklasifikasikan empat kelompok kegiatan usaha perbankan berdasarkan modal inti, yakni memiliki modal antara Rp100 miliar hingga Rp1 triliun masuk kategori buku satu, dan modal Rp1 triliun hingga di bawah Rp5 triliun masuk kelompok buku dua.
Sedangkan bank dengan modal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun masuk kategori buku tiga, dan yang memiliki modal inti di atas Rp30 triliun dimasukkan kelompok buku empat.
Arviyan mengatakan penambahan modal itu merupakan agenda rutin yang biasa dan selayaknya dilakukan perbankan. Sesuai aturan yang berlaku rencana penambahan modal melalui penawaran umum terbatas tersebut wajib dilaporkan Bank Muamalat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator bursa.
"Jadi ini merupakan aksi korporasi biasa, di mana penambahan modal merupakan bagian rutin dari agenda perusahaan. Kami sudah melakukannya pada 2010 dan memperoleh 70 juta dolar tapi sudah terpakai untuk ekspansi, jadi sekarang kami perlu lagi melakukan 'right issue' supaya menambah permodalan lagi," kata dia.
Arviyan menyampaikan bahwa besaran nilai "right issue" masih dalam kajian, namun diharapkan dengan aksi tersebut akan langsung membawa perusahaan masuk ke dalam kategori buku III.
Lebih lanjut dia menjelaskan sepanjang 2012 hingga Maret 2013, Bank Muamalat telah menerbitkan Sukuk Subordinasi Berkelanjutan Tahap I dan II sebesar Rp1,5 triliun. Hal tersebut menurut dia ikut mendorong permodalan Bank Muamalat secara umum.
"Sepanjang 2012 Sukuk Subordinasi Berkelanjutan Tahap I menerbitkan Rp800 miliar, sedangkan pada Maret 2013 kami menerbitkan Sukuk Subordinasi Berkelanjutan Tahap II Rp700 miliar, sehingga totalnya sekitar Rp1,5 triliun," ujar dia.
Bank Muamalat targetkan masuk kategori buku III
Senin, 29 April 2013 15:55 WIB
Pewarta : Oleh: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Muamalat catat transaksi QRIS tumbuh pesat kuartal I/2025, jumlah merchant capai 15.000
10 June 2025 14:06 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB