Ormas Islam Palu desak pembubaran Densus 88
Minggu, 28 April 2013 21:46 WIB
Ilustrasi - Aksi Ormas Islam. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Palu (ANTARA Sumsel) - Sejumlah organisasi masyarakat berbasis Islam di Sulawesi Tengah di Palu, Minggu, mendesak pembubaran Densus 88 Antiteror karena lembaga milik Polri itu dinilai sering melanggar hak asasi manusia dalam menjalankan tugasnya.
Ormas Islam itu antara lain Front Pembela Islam, Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam, Dewan Masjid Indonesia, Alkhairaat, dan Tim Pembela Muslim.
Selain itu sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Umat Islam juga mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) karena sering tumpang tindih kerjanya dengan Polri.
Ketua Tim Pembela Muslim Sulteng Harun Nyak Item mengatakan desakan pembubaran Densus 88 Antiteror itu ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Harun menilai Densus 88 Antiteror kerap melanggar hak asasi manusia terutama saat menangkap belasan warga sipil yang diduga terlibat terorisme pada akhir 2012.
Warga sipil itu mengalami kekerasan fisik padahal mereka tidak terbukti keterlibatannya dalam kelompok sipil bersenjata.
"Harusnya Densus memiliki bukti kuat sebelum menangkap seseorang," kata Harun.
Beberapa waktu sebelumnya, beredar pula video penyiksaan warga Poso yang dilakukan oleh Densus 88.
"Itu yang baru diketahui publik, mungkin masih banyak pelanggaran yang dilakukan aparat saat bertugas di Poso atau daerah lainnya tapi tidak diketahui masyarakat," katanya.
Sejumlah ormas Islam itu juga akan menyampaikan desakannya kepada DPRD Sulawesi Tengah dan DPRD Poso terkait pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Densus 88 Antiteror.
Ormas Islam itu antara lain Front Pembela Islam, Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam, Dewan Masjid Indonesia, Alkhairaat, dan Tim Pembela Muslim.
Selain itu sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Umat Islam juga mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) karena sering tumpang tindih kerjanya dengan Polri.
Ketua Tim Pembela Muslim Sulteng Harun Nyak Item mengatakan desakan pembubaran Densus 88 Antiteror itu ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Harun menilai Densus 88 Antiteror kerap melanggar hak asasi manusia terutama saat menangkap belasan warga sipil yang diduga terlibat terorisme pada akhir 2012.
Warga sipil itu mengalami kekerasan fisik padahal mereka tidak terbukti keterlibatannya dalam kelompok sipil bersenjata.
"Harusnya Densus memiliki bukti kuat sebelum menangkap seseorang," kata Harun.
Beberapa waktu sebelumnya, beredar pula video penyiksaan warga Poso yang dilakukan oleh Densus 88.
"Itu yang baru diketahui publik, mungkin masih banyak pelanggaran yang dilakukan aparat saat bertugas di Poso atau daerah lainnya tapi tidak diketahui masyarakat," katanya.
Sejumlah ormas Islam itu juga akan menyampaikan desakannya kepada DPRD Sulawesi Tengah dan DPRD Poso terkait pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Densus 88 Antiteror.
Pewarta : Oleh: Riski Maruto
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tindak pria mengaku ormas minta THR ke tukang cukur di Cilandak
25 March 2025 12:31 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB