Pertamina bagi empat jenis SPBU
Jumat, 26 April 2013 14:57 WIB
Ilustrasi.(Foto Antarasumsel.com/13/Feny Sely/Aw)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Pertamina (Persero) membagi SPBU atas empat jenis untuk melaksanakan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi bagi mobil pribadi.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Jumat mengatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.
"Hari Jumat ini semua sudah siap, begitu diumumkan kami akan langsung jalankan," katanya.
Menurut dia, SPBU jenis pertama adalah menjual premium dan solar bersubsidi dengan harga sama Rp4.500 per liter.
SPBU jenis kedua adalah menjual premium dan solar bersubsidi dengan harga setelah kenaikan.
Jenis ketiga adalah menjual premium harga baru dan solar Rp4.500 per liter.
Terakhir adalah SPBU yang menjual premium Rp4.500 per liter dan solar harga baru.
Melalui kombinasi tersebut, lanjut Hanung, dari total 5.569 lembaga penyalur yang terdiri dari agen premium minyak solar (APMS) dan SPBU, sebanyak 3.053 lembaga penyalur atau 54 persen akan menyediakan premium Rp4.500, dan 2.477 lainnya dengan harga baru.
Adapun, lembaga penyalur yang akan menyediakan Solar Rp4.500 sebanyak 3.218 atau 57,8 persen dan 2.248 lembaga penyalur menyediakan solar dengan harga baru.
"Dengan dibagi empat jenis ini maka akan mudah dalam implementasi dan mencegah kegaduhan di SPBU," katanya.
Menurut dia, pembagian SPBU itu berdasarkan rute kendaraan umum, lokasi terminal, dan sebaran SPBU.
Sementara, pengaturan di SPBU yang berlokasi di jalan tol adalah memaksimalkan penjualan premium dengan harga baru dan tidak menjual dengan harga Rp4.500 per liter.
"Untuk SPBU yang menjual solar di SPBU karena 90 persen adalah angkutan umum, maka akan diatur 4-5 SPBU jual solar harga baru dan satu jual Rp4.500 per liter," kata Hanung.
Pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar untuk mobil pribadi dari Rp4.500 menjadi Rp6.500-Rp7.000 per liter mulai Mei 2013.
Sementara, harga BBM subsidi untuk sepeda motor serta angkutan umum dan barang tetap Rp4.500 per liter.
Kebijakan tersebut menunggu sidang kabinet sebelum diumumkan secara resmi.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Jumat mengatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.
"Hari Jumat ini semua sudah siap, begitu diumumkan kami akan langsung jalankan," katanya.
Menurut dia, SPBU jenis pertama adalah menjual premium dan solar bersubsidi dengan harga sama Rp4.500 per liter.
SPBU jenis kedua adalah menjual premium dan solar bersubsidi dengan harga setelah kenaikan.
Jenis ketiga adalah menjual premium harga baru dan solar Rp4.500 per liter.
Terakhir adalah SPBU yang menjual premium Rp4.500 per liter dan solar harga baru.
Melalui kombinasi tersebut, lanjut Hanung, dari total 5.569 lembaga penyalur yang terdiri dari agen premium minyak solar (APMS) dan SPBU, sebanyak 3.053 lembaga penyalur atau 54 persen akan menyediakan premium Rp4.500, dan 2.477 lainnya dengan harga baru.
Adapun, lembaga penyalur yang akan menyediakan Solar Rp4.500 sebanyak 3.218 atau 57,8 persen dan 2.248 lembaga penyalur menyediakan solar dengan harga baru.
"Dengan dibagi empat jenis ini maka akan mudah dalam implementasi dan mencegah kegaduhan di SPBU," katanya.
Menurut dia, pembagian SPBU itu berdasarkan rute kendaraan umum, lokasi terminal, dan sebaran SPBU.
Sementara, pengaturan di SPBU yang berlokasi di jalan tol adalah memaksimalkan penjualan premium dengan harga baru dan tidak menjual dengan harga Rp4.500 per liter.
"Untuk SPBU yang menjual solar di SPBU karena 90 persen adalah angkutan umum, maka akan diatur 4-5 SPBU jual solar harga baru dan satu jual Rp4.500 per liter," kata Hanung.
Pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar untuk mobil pribadi dari Rp4.500 menjadi Rp6.500-Rp7.000 per liter mulai Mei 2013.
Sementara, harga BBM subsidi untuk sepeda motor serta angkutan umum dan barang tetap Rp4.500 per liter.
Kebijakan tersebut menunggu sidang kabinet sebelum diumumkan secara resmi.
Pewarta : Pewarata : Kelik Dewanto
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tingkatkan keselamatan, Pemprov Sumsel tertibkan angkutan material tanpa terpal
18 July 2026 17:43 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025