Palembang  (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat nilai impor nonmigas Sumsel selama 2012 mencapai 473,42 juta dolar Amerika Serikat.

Total nilai impor nonmigas tahun 2012 itu tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya (Januari-Desember 2011) 532,34 juta dolar, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel H Baehdi Ruswana di Palembang, Senin.

Demikian pula nilai impor nonmigas Sumsel periode Desember 2012 yang tercatat 25,149 juta dolar, terjadi penurunan dibandingkan bulan Novemer 2012 mencapai 41,873 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Ia menjelaskan, secara keseluruhan total impor Sumsel 2012 termasuk nonmigas mencapai nilai 506,69 juta dolar AS, atau turun 47,22 juta dolar dibanding periode sama tahun 2011.

Sedangkan negara asal dari nilai impor tersebut yang terbesar adalah China dengan nilai 140,29 juta dolar, diikuti Amerika Serikat 69,94 juta dolar dan Malaysia 43,45 juta dolar AS.

Secara keseluruhan khusus 12 negara utama asal barang impor Sumsel memberikan peran sebesar 83,58 persen dari total impor, sedangkan sisanya sebesar 16,42 persen dari negara lainnya.

Impor Sumsel periode Januari-Desember 2012 meliputi jenis barang mesin-mesin/pesawat mekanik, barang-barang dari besi dan baja, mesin/peralatan listrik, bahan kimia organik, garam, belerang, kapur, perangkat optik, gula dan kembang gula serta hasil penggilingan.

"Jika menurut pengelompokan wilayah, impor Sumsel tahun 2012 sebesar 73,02 juta dolar (14,41 persen) berasal dari negara Uni Eropa dan  109,73 juta dolar (21,66 persen) dari negara-negara Asean," katanya.

Menurut Bahedi, Sumsel selain kegiatan impor juga rutin melakukan ekspor berbagai komoditas andalan seperti karet, minyak kelapa sawit (CPO), kopi, udang, batu bara dan produk kayu.

Ekspor Sumsel tahun 2012 total menghasilkan devisa 3,733 miliar dolar, atau turun dibandingkan periode bulan sama tahun 2011 mencapai nilai 4,556 miliar dolar AS.

Ia menambahkan, turunnya nilai devisa ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Desember 2012 itu antara lain komoditas andalan karet nilainya merosot tajam.

Nilai ekspor karet Sumsel tahun 2012 hanya menghasilkan devisa 2,943 miliar dolar, sedangkan periode bulan sama tahun 2011 mencapai nilai 3,868 miliar dolar AS.

Di samping itu ada beberapa komoditas yakni udang dan CPO pada periode Januari-Desember 2012 sama sekali tidak menghasilkan devisa, karena tidak ada kegiatan ekspor, katanya.