Palembang (ANTARA Sumsel) - Puluhan buruh Carrefour Indonesia gerai Palembang melakukan demo menuntut perusahaan melibatkan mereka dalam setiap pembahasan perihal hubungan industrial, terkait pengalihan pemilikan perusahaan raksasa retail itu ketika melakukan aksi di halaman pusat perbelanjaan modern tersebut, Rabu.

Ketua Serikat Pekerja Carrefour Indonesia gerai satempat Dahlan, ketika aksi, di Palembang, Rabu mengatakan aksi tersebut dilakukan secara nasional menuntut pemilik perusahaan baru melibatkan serikat pekerja dalam setiap keputusan perihal hubungan industri (PHI).

"Kami menuntut perusahaan membuat kesepakatan baru mengutamakan buruh lama dalam setiap kebijakan mereka," kata dia.

Menurut dia, sampai kini puluhan ribu buruh perusahaan tersebut di Indonesia tidak jelas nasibnya, karena beralihnya kepemilikan dari sebelumnya pemodal asing menjadi pengusaha lokal.

Serikat buruh juga telah berulangkali mengajak manajemen melakukan pertemuan menuntut pembahasan PHI, namun belum terealisasi hingga kini.

Ia mengatakan, khusus di gerai Palembang sebanyak 210 buruh perusahaan tersebut sampai kini masih menunggu nasib, sehingga mereka menuntut dilibatkan dalam pembahasan PHI.

Pembahasan kesejahteraan buruh, kebebasan berserikat dan hak mogok harus segera dilaksanakan agar pekerja tidak menunggu dengan ketidak pastian.

Dia menjelaskan, gaji pokok yang mereka terima pun sampai kini belum sesuai, karena hanya Rp1.200.000 per orang per bulan, sehingga pihaknya menuntut segera dinaikan.

Kebebasan berserikat juga menjadi tuntutan yang harus segera direalisasikan perusahaan.

Sementara puluhan anggota Serikat Pekerja Carrefour Indonesia secara bergantian berorasi dan membentangkan poster-poster dengan berbagai tulisan, seperti mogok adalah hak pekerja dan tolak PHK sepihak.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan penjagaan ketat dari sejumlah anggota polisi.(Nila)