IPB gelar kampanye sarapan sehat
Minggu, 16 Desember 2012 13:39 WIB
Bogor (ANTARA Sumsel)
- Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor menggelar
kampanye sarapan sehat yang diikuti oleh 300 warga masyarakat di lingkar
kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.
"Kampanye ini diikuti oleh 300 masyarakat dari 10 desa yang berada di lingkar kampus IPB Dramaga," kata Divisi Humas IPB, Septian Suhandono.
Ia menjelaskan ada tiga rangkaian acara dalam Kampanye Sarapan Sehat ini yakni seminar populer Sarapan Sehat, lomba memasak sarapan sehat berbasis pangan lokal yang diikuti ibu-ibu dan lomba dongeng tentang sarapan yang diikuti oleh anak-anak sekolah dasar (SD).
Latar belakang dilaksanakannya Kampanye Sarapan Sehat karena melihat kebiasaan sarapan masyarakat Indonesia masih rendah dan kurang memahami pentingnya sarapan.
"Lewat Kampanye Sarapan Sehat ini dapat menambah wawasan masyarakat akan pentingnya sarapan dan menyediakan sarapan sehat dan bergizi," katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini ada peningkatan kuantitas anak-anak yang sarapan meningkat dengan menu sarapan yang lebih baik dan bergizi.
"Sarapan sangat penting, memudahkan anak-anak untuk menyerap pelajaran, tidak mudah sakit dan mendorong prestasi belajar lebih bagus," katanya.
Peserta Kampanye Sarapan Sehat terdiri atas ibu-ibu pengajian, kader PKK, Posyandu, tokoh masyarakat dan anak-anak sekolah yang berada di 10 desa di lingkar Kampus IPB.
"Ini merupakan tahap awal, dengan melibatkan masyarakat di 10 desa di lingkar kampus IPB. Mereka akan menjadi duta sarapan sehat yang diharapkan nanti bisa menjadi penyebar informasi dan rujukan bagi daerah lain," katanya.
Kampanye Sarapan Sehat dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB Dr Ir Budi Setiawan, MS, yang mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. (ANT-LR/Y006)
"Kampanye ini diikuti oleh 300 masyarakat dari 10 desa yang berada di lingkar kampus IPB Dramaga," kata Divisi Humas IPB, Septian Suhandono.
Ia menjelaskan ada tiga rangkaian acara dalam Kampanye Sarapan Sehat ini yakni seminar populer Sarapan Sehat, lomba memasak sarapan sehat berbasis pangan lokal yang diikuti ibu-ibu dan lomba dongeng tentang sarapan yang diikuti oleh anak-anak sekolah dasar (SD).
Latar belakang dilaksanakannya Kampanye Sarapan Sehat karena melihat kebiasaan sarapan masyarakat Indonesia masih rendah dan kurang memahami pentingnya sarapan.
"Lewat Kampanye Sarapan Sehat ini dapat menambah wawasan masyarakat akan pentingnya sarapan dan menyediakan sarapan sehat dan bergizi," katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini ada peningkatan kuantitas anak-anak yang sarapan meningkat dengan menu sarapan yang lebih baik dan bergizi.
"Sarapan sangat penting, memudahkan anak-anak untuk menyerap pelajaran, tidak mudah sakit dan mendorong prestasi belajar lebih bagus," katanya.
Peserta Kampanye Sarapan Sehat terdiri atas ibu-ibu pengajian, kader PKK, Posyandu, tokoh masyarakat dan anak-anak sekolah yang berada di 10 desa di lingkar Kampus IPB.
"Ini merupakan tahap awal, dengan melibatkan masyarakat di 10 desa di lingkar kampus IPB. Mereka akan menjadi duta sarapan sehat yang diharapkan nanti bisa menjadi penyebar informasi dan rujukan bagi daerah lain," katanya.
Kampanye Sarapan Sehat dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB Dr Ir Budi Setiawan, MS, yang mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. (ANT-LR/Y006)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar IPB imbau pemerintah antisipasi risiko karhutla terkait Super El Nino 2026--2027
28 July 2026 16:46 WIB
Nina Kurnia Dewi-Abdul Ghani didaulat pimpin Paguyuban Alumni Imapeka
09 February 2025 17:57 WIB, 2025
Perusahaan pengendali hama dan IPB kerja sama program studi independen
17 December 2024 11:33 WIB, 2024
Dewas-Direksi LKBN ANTARA hadir di sidang doktoral Nina Kurnia Dewi
21 December 2023 14:59 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB