Sumsel upayakan Ikm lewat program "Ovop"
Minggu, 7 Oktober 2012 19:23 WIB
Industri kecil menengah Sumsel masuk program Ovop (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan mengupayakan perkembangan Industri Kecil dan Menengah lewat program pemerintah pusat "One Village One Product" yang mengharuskan setiap kabupaten/kota memiliki produk andalan.
"Seluruh kabupaten/kota di Sumsel saat ini sudah memiliki produk andalan sendiri yang tinggal dikembangkan menembus pasar nasional," kata Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Afrian Joni di Palembang, Minggu.
Ia menerangkan program Kementerian Koperasi dan UKM ini didukung oleh SK Gubernur No 411 tentang pembentukan Forum Koordinasi OVOP Provinsi Sumsel tahun 2012 hingga 2014.
"Berdasarkan pendataan terakhir Disperidag terdapat beberapa kabupaten/kota yang memiliki kesamaan produk unggulan. Bagi kami hal itu tidak masalah karena secara geografis memang berdekatan," katanya.
Ia mengatakan, seperti kopi menjadi andalan Kabupaten Lahat, Muaraenim, dan Empat Lawang. Kemudian, kerupuk udang (Kabupaten Banyuasin), getah gambir (Musi Banyuasin) dan kain songket (Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir).
"Target Sumsel pada tahun 2014 program OVOP ini sudah berjalan, artinya daerah harus membuat satu kawasan bisnis untuk produk unggulannya masing-masing sehingga ketika wisatawan datang dapat langsung mengunjungi," katanya.
Ia mencontohkan, seperti Palembang yang menempatkan kawasan Tangga Buntung sebagai OVOP untuk kain songket.
"Program OVOP ini memiliki bertujuan mempercepat pengembangan UKM, pengembangan potensi produk unik daerah dan membangun kebanggaan masyarakat daerah untuk memiliki produk yang dapat bersaing di pasar global," katanya.(Doly)
"Seluruh kabupaten/kota di Sumsel saat ini sudah memiliki produk andalan sendiri yang tinggal dikembangkan menembus pasar nasional," kata Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Afrian Joni di Palembang, Minggu.
Ia menerangkan program Kementerian Koperasi dan UKM ini didukung oleh SK Gubernur No 411 tentang pembentukan Forum Koordinasi OVOP Provinsi Sumsel tahun 2012 hingga 2014.
"Berdasarkan pendataan terakhir Disperidag terdapat beberapa kabupaten/kota yang memiliki kesamaan produk unggulan. Bagi kami hal itu tidak masalah karena secara geografis memang berdekatan," katanya.
Ia mengatakan, seperti kopi menjadi andalan Kabupaten Lahat, Muaraenim, dan Empat Lawang. Kemudian, kerupuk udang (Kabupaten Banyuasin), getah gambir (Musi Banyuasin) dan kain songket (Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir).
"Target Sumsel pada tahun 2014 program OVOP ini sudah berjalan, artinya daerah harus membuat satu kawasan bisnis untuk produk unggulannya masing-masing sehingga ketika wisatawan datang dapat langsung mengunjungi," katanya.
Ia mencontohkan, seperti Palembang yang menempatkan kawasan Tangga Buntung sebagai OVOP untuk kain songket.
"Program OVOP ini memiliki bertujuan mempercepat pengembangan UKM, pengembangan potensi produk unik daerah dan membangun kebanggaan masyarakat daerah untuk memiliki produk yang dapat bersaing di pasar global," katanya.(Doly)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga plastik melonjak dua kali lipat di Baturaja, pengaruh konflik Timur Tengah
15 April 2026 17:09 WIB
Salah seorang saksi korupsi Disperindag PALI sebut perusahaan pengadaan barang merupakan milik kepala dinas
22 September 2025 23:25 WIB, 2025
Disperindag OKU gencar monitor pasar, antisipasi lonjakan harga sembako jelang Idul Adha
11 May 2025 11:18 WIB, 2025
Harga daging sapi di Baturaja Sumsel melonjak Rp140.000 per kilogram jelang Lebaran
29 March 2025 16:05 WIB, 2025
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB