Bakauheni, Lampung (ANTARA Sumsel) - Tradisi mudik setiap kali Lebaran selalu menghiasi negeri ini dari tahun ke tahun.
        
Perjuangan berat mesti dialami para pemudik menghadapi kemacetan arus lalu lintas, maupun kepadatan penumpang di terminal, stasiun kereta api, bandar udara, dan pelabuhan laut.
        
Kondisi itu memunculkan harapan adanya pelayanan optimal sarana transportasi umum bagi para pemudik.
        
Semakin tinggi tingkat perekonomian masyarakat berdampak pula makin tinggi keinginan untuk melaksanakan tradisi yang telah membudaya bagi warga Indonesia setiap tahun. Hal itu tentu selalu menyita perhatian semua pihak untuk peningkatan pelayanan menjadi semakin baik.
        
Salah satunya, harapan pemudik adanya peningkatan pelayanan melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan.
        
Setiap kali Idul Fitri, ratusan ribu hingga jutaan orang diseberangkan dari Pulau Jawa ke Sumatera, dan sebaliknya, melalui Penyeberangan Bakauheni, Lampung-Merak, Banten pulang pergi.
        
Tradisi mudik melalui pelayaran laut di Selat Sunda dengan waktu tempuh kapal feri antara dua hingga tiga jam pelayaran itu, menyimpan kisah perjalanan berliku-liku dan penuh perjuangan berat sebelumnya.
        
Ibrahim, salah seorang pemudik, mengatakan bahwa tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan optimal saat menjalankan mudik melalui pelabuhan itu, sangatlah wajar.
        
"Bertahun-tahun mudik harus melintasi Pelabuhan Bakauheni, jadi wajar saja kalau kita minta pelayanan terbaik agar kenyamanan dan keamanan pemudik dapat terjamin," ujar dia.
        
Ia juga menyebutkan, kenyamanan mudik merupakan dambaan setiap pemudik saat melaksanakan kegiatan rutin tahunan itu.
        
"Alhamdulillah pelayanan transportasi laut di Pelabuhan Bakauheni setiap tahunnya semakin meningkat, bahkan tahun ini relatif lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar pemudik pejalan kaki tersebut.
        
Meski demikian, kurang baiknya pelayanan operator transportasi laut itu masih kerap terjadi, sehingga aksi desak-desakan antarpemudik tak dapat terelakkan akibat masih minimnya ruang tunggu calon penumpang menuju "gateway" hingga sampai di kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.
        
Saat ini, kondisi ruang tunggu itu telah bertambah luas dan dilengkapi fasilitas pendingin udara (kipas angin), agar tingkat kenyamanan pemudik dapat terjamin.
        
Selain itu, sebanyak delapan loket penjualan tiket pun terus dioperasikan, guna mendukung peningkatan pelayanan terhadap masyarakat tersebut, sehingga peristiwa yang membuat tidak nyaman perjalanan mudik itu tak akan terjadi lagi.
        
Di sisi lain, pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua justru menyatakan bahwa pelayanan pihak pelabuhan belum maksimal, karena pengaturan jarak antre masuk ke dalam kapal feri ("roll on roll off"/ro-ro) masih cukup lama.
        
Iwan, salah seorang pemudik bersepeda motor menilai pelayanan pihak pelabuhan belum maksimal, karena masih cukup lama rentang waktu tunggu untuk masuk ke kapal.
        
"Kami harus menunggu hingga sekitar satu jam untuk bisa masuk ke kapal, padahal terik matahari sangat menyengat sehingga kurang nyaman berada di pelabuhan ini," kata dia.
        
Ia mengharapkan, ke depan pelayanan dapat ditingkatkan lagi, sehingga seluruh masyarakat baik pengendara roda dua dan empat bisa menikmati kenyamanan saat melaksanakan mudik Lebaran melewati Pelabuhan Bakauheni ini.
        
Sementara itu, pengendara truk menyesalkan masih lama waktu pelayanan pihak pelabuhan atas kendaraan truk, sehingga menimbulkan banyak kerugian bagi para awak truk itu.
        
Manik, sopir truk bermuatan jeruk mengaku, mengalami kerugian apabila semakin lama tertahan belum diseberangan dari Pelabuhan Bakauheni ini ke Merak, Banten.
        
"Jeruk yang akan dikirim ke Jakarta ini bisa busuk kalau tidak juga diberangkatkan menyeberang ke Pelabuhan Merak," kata dia yang mengaku truk dibawanya harus antre seharian lebih untuk dapat diseberangkan di Selat Sunda itu.
        
Selain itu, ujar dia lagi, biaya operasional pengemudi akan semakin tinggi kalau terus tertahan seperti itu.
        
Dia mengharapkan, ke depan waktu penyeberangan truk juga dapat diperhitungkan, sehingga kerugian masyarakat kecil tidak semakin besar.
       
Manager Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Heru Purwanto, berkali-kali menyampaikan tekad jajarannya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan optimal bagi para pemudik, pengguna angkutan laut di Pelabuhan Bakauheni itu.
        
Pihaknya menyiapkan kapal feri yang telah dicek kelaikan berlayar dan kesiapan untuk melayani pemudik berlayar di Selat Sunda selama Idul Fitri 1433 Hijriah tahun ini.
        
Loket ditambah, termasuk loket elektronik, sehingga mempercepat antrean masuk ke dalam kapal.
        
Ruang tunggu dan istirahat penumpang juga disiapkan secara lebih baik.
        
Petugas pengamanan dan pelayanan juga disiagakan, termasuk posko kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya.
    
                                             
Mudik 2012 Sukses
   
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Danang S Baskoro, menilai kegiatan arus mudik dan balik Lebaran 2012 di Pelabuhan Bakauheni telah berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

        
"Semua penyeberangan penumpang dapat terakomodasi dan terlayani secara maksimal, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di tiap pelabuhan seluruh nusantara temasuk di Bakauheni," kata dia, saat berada di Bakauheni, Lampung, Minggu (26/8).
        
Menurut Danang, seluruh kegiatan di pelabuhan laut itu sudah maksimal, sehingga perkiraan peningkatan jumlah penumpang mudik tidak menjadi persoalan dalam pelaksanaannya.
        
"Pelayanan di Pelabuhan Bakauheni-Merak sudah cukup baik, bahkan kepadatan penumpang arus mudik-balik bisa teratasi dan terangkut seluruhnya, sehingga pemudik dapat meneruskan perjalanan menuju daerahnya masing-masing," kata dia pula.
        
Tapi, dia menegaskan perlu pembenahan di pelabuhan laut untuk penyeberangan seluruh Indonesia, guna lebih memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.
        
"Kami akan terus melakukan pembenahan, agar kegiatan rutin tahunan atau mudik Lebaran bisa semakin baik, sehingga masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut dapat merasa nyaman," ujar dia lagi.
        
Ia juga menegaskan, pembenahan pelabuhan itu tidak hanya diprioritaskan pada satu titik melainkan seluruh daerah yang ada pelabuhan penyeberangannya.
        
"Yang pasti secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan mudik dan balik Lebaran 2012 berjalan lancar dan sukses," ujar dia menegaskan pula.
        
Berdasarkan data Posko Mudik Lebaran 2012 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni tercatat kendaraan truk sejak Idul Fitri 1433 Hijriah hingga enam hari usai Lebaran itu (H+6) telah terangkut sebanyak 3.145 unit.
        
Kendaraan roda dua sebanyak 54.748 unit, roda empat 47.956 unit, serta bus 2.585 unit dengan total penumpang sebanyak 503.023 orang yang diangkut kapal untuk diseberangkan ke pelabuhan tujuan mereka.
       
Diharapkan dengan komitmen dan tekad memperbaiki pelayanan bagi pemudik di Pelabuhan Bakauheni itu, pada kepadatan penumpang arus mudik dan balik Lebaran tahun-tahun selanjutnya, tidak mengemuka lagi berbagai keluh kesah dan kisah pilu perjuangan para pemudik sampai kampung halaman masing-masing.(ANT-B014)