PT Freeport siapkan investasi 17 miliar dolar AS
Kamis, 12 Juli 2012 21:41 WIB
Sejumlah truk milik PT Freeport Indonesia terparkir di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Freeport Indonesia telah menyiapkan investasi tambang di
Papua senilai 17 miliar dolar AS mulai 2012 hingga 2041.
"Investasi direncanakan 17 miliar dolar AS hingga 2041," kata Manajer Senior Urusan Hubungan Pemerintahan PT Freeport Indonesia Yuni Rusdinar di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan perusahaan tambang milik AS itu telah berkontribusi sebesar 35 persen dari total nilai investasi pertambangan di Indonesia.
Pada 2011, Freeport telah membayar pajak sebesar 2,4 miliar dolar AS atau Rp21 triliun kepada pemerintah Indonesia.
Sementara dari kurun waktu 1992 hingga 2011, pemerintah telah menerima total pajak sebesar 13,8 miliar dolar AS dari Freeport.
Total investasi Freeport di Papua hingga 2011 mencapai 8,6 miliar dolar AS. Dana sebesar itu sebagian digunakan untuk membangun infrastruktur pertambangan bawah tanah sejak 1998. "Tambang bawah tanah telah berkontribusi 30 hingga 35 persen," ujarnya.
Tambang bawah tanah atau tambang tertutup disiapkan sebagai sumber tambang baru.
Hal itu karena tambang terbuka yang merupakan sumber penghasilan terbesar Freeport akan habis pada 2016, sehingga Freeport harus membuka sumber tambang baru agar kondisinya kembali stabil. (ANT-SDP46)
"Investasi direncanakan 17 miliar dolar AS hingga 2041," kata Manajer Senior Urusan Hubungan Pemerintahan PT Freeport Indonesia Yuni Rusdinar di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan perusahaan tambang milik AS itu telah berkontribusi sebesar 35 persen dari total nilai investasi pertambangan di Indonesia.
Pada 2011, Freeport telah membayar pajak sebesar 2,4 miliar dolar AS atau Rp21 triliun kepada pemerintah Indonesia.
Sementara dari kurun waktu 1992 hingga 2011, pemerintah telah menerima total pajak sebesar 13,8 miliar dolar AS dari Freeport.
Total investasi Freeport di Papua hingga 2011 mencapai 8,6 miliar dolar AS. Dana sebesar itu sebagian digunakan untuk membangun infrastruktur pertambangan bawah tanah sejak 1998. "Tambang bawah tanah telah berkontribusi 30 hingga 35 persen," ujarnya.
Tambang bawah tanah atau tambang tertutup disiapkan sebagai sumber tambang baru.
Hal itu karena tambang terbuka yang merupakan sumber penghasilan terbesar Freeport akan habis pada 2016, sehingga Freeport harus membuka sumber tambang baru agar kondisinya kembali stabil. (ANT-SDP46)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Kamis 30 April 2026 di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 kompak turun
30 April 2026 8:16 WIB
Menteri Rosan lapor ke Prabowo: Minat investasi asing ke Indonesia tetap tinggi
22 April 2026 9:49 WIB
Harga emas di Pegadaian naik Minggu 19 April 2026, Antam tembus Rp3 juta per gram
19 April 2026 8:50 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Kopi Tebat Benawa, saat tradisi dan inovasi Pusri bertemu di kaki Gunung Dempo
22 April 2026 16:45 WIB