Penjualan mobil anjlok
Kamis, 12 Juli 2012 17:04 WIB
Transaksi di showroom mobil Palembang sebulan terakhir sepi. (FOTO Antarasumsel.com/Yudi Abdullah)
Jakarta (ANTARA Sumsel ) - Kebijakan Bank Indonesia menaikkan uang muka pembelian kendaraan
bermotor sebesar 30 persen pada 15 Juni 2012 telah menurunkan
penjualan mobil pada bulan lalu.
"Sampai dengan saat ini, penjualan mobil anjlok 10 hingga 25 persen akibat kenaikan uang muka kendaraan sebesar 30 persen. Namun, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil hingga akhir tahun mencapai 875.000 unit," kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi di Jakarta, Kamis.
Sudirman menuturkan, kalangan APM masih memantau penjualan hingga akhir September.
"APM masih memonitor besarnya penjualan mobil dalam dua bulan ke depan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya ada peningkatan penjualan mobil baru sebesar 10 persen," paparnya.
Akibat kenaikan uang muka sebesar 30 persen, penjualan untuk segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) kelas menengah tidak mengalami peningkatan.
"Penjualan MPV menengah pada harga Rp150 juta terus melambat dan hal tersebut juga dialami pada produk lain yang harganya di bawah Rp250 juta," ujarnya.
Sedangkan Chief Executive Officer PT Astra International Tbk. Toyota Sales Operation Jodjana Jody mengatakan 70 persen penjualan kendaraan segmen di bawah Rp150 juta oleh sejumlah APM dibiayai secara kredit, sehingga masih sangat bergantung pada uang muka. Adapun, DP yang disetorkan untuk segmen tersebut pada setiap transaksi sebagian besar berkisar 10 sampai 15 persen.
"Kebijakan kenaikan DP tidak hanya mengganggu penjualan kendaraan kelas menengah tapi juga akan merusak penjualan kendaraan komersial, seperti truk dan pikap. Tercatat 90 sampai dengan 95 persen penjualan truk di Toyota dilakukan secara kredit," katanya. (ANT/KR-IAZ)
"Sampai dengan saat ini, penjualan mobil anjlok 10 hingga 25 persen akibat kenaikan uang muka kendaraan sebesar 30 persen. Namun, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil hingga akhir tahun mencapai 875.000 unit," kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi di Jakarta, Kamis.
Sudirman menuturkan, kalangan APM masih memantau penjualan hingga akhir September.
"APM masih memonitor besarnya penjualan mobil dalam dua bulan ke depan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya ada peningkatan penjualan mobil baru sebesar 10 persen," paparnya.
Akibat kenaikan uang muka sebesar 30 persen, penjualan untuk segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) kelas menengah tidak mengalami peningkatan.
"Penjualan MPV menengah pada harga Rp150 juta terus melambat dan hal tersebut juga dialami pada produk lain yang harganya di bawah Rp250 juta," ujarnya.
Sedangkan Chief Executive Officer PT Astra International Tbk. Toyota Sales Operation Jodjana Jody mengatakan 70 persen penjualan kendaraan segmen di bawah Rp150 juta oleh sejumlah APM dibiayai secara kredit, sehingga masih sangat bergantung pada uang muka. Adapun, DP yang disetorkan untuk segmen tersebut pada setiap transaksi sebagian besar berkisar 10 sampai 15 persen.
"Kebijakan kenaikan DP tidak hanya mengganggu penjualan kendaraan kelas menengah tapi juga akan merusak penjualan kendaraan komersial, seperti truk dan pikap. Tercatat 90 sampai dengan 95 persen penjualan truk di Toyota dilakukan secara kredit," katanya. (ANT/KR-IAZ)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Toyota klaim dominasi pasar otomotif Indonesia 2025 dengan pangsa pasar 31,2 persen
07 March 2026 7:52 WIB
Penjualan mobil turun 15 persen, industri otomotif dalam kondisi tidak baik-baik saja
18 June 2025 18:41 WIB, 2025
Shanghai Auto Show, Chery umumkan target jual satu juta mobil dalam dua tahun
26 April 2025 15:42 WIB, 2025
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB