Program sehari tanpa nasi terus dikembangkan
Senin, 11 Juni 2012 21:30 WIB
Stop makan nasi, ayo dukung program One Day No Rice. (FOTO ANTARA/12)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan program "one day no rice" atau sehari tanpa nasi ke seluruh Tanah Air sebagai upaya percepatan kegiatan diversifikasi pangan.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan, program "one day no rice" dimaksudkan untuk mengurangi tingkat ketergantungan pada nasi atau beras sebagai pangan pokok masyarakat.
"Melalui program `One Day No Rice `ini masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi nasi dari beras sebagai makanan pokok dan mulai mengganti dengan makanan pokok lain dengan bahan dari jenis umbi-umbian," katanya.
Menurut Achmad Suryana, selama ini, pemerintah telah berusaha keras mengubah pola konsumsi pangan masyarakat dengan tujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat ke arah pola makan yang beragam, bergizi seimbang, aman dan halal serta menurunkan rata- rata konsumsi beras/ kapita sebesar 1,5 persen/tahun.
Tingkat konsumsi beras per kapita Indonesia sebesar 139 kg/ tahun. Sementara untuk konsumsi kelompok padi - padian (beras, jagung dan terigu) rumah tangga sebesar 316/gram per kapita/hari.
Padahal menurut Standar Pola Pangan Harapan (PPH) seharusnya 275 gram/hari saja. Sementara itu, konsumsi umbi-umbian hanya 40 gram per kapita per hari jauh dari jumlah ideal 100 gram per kapita per hari.(ANT-S025)
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan, program "one day no rice" dimaksudkan untuk mengurangi tingkat ketergantungan pada nasi atau beras sebagai pangan pokok masyarakat.
"Melalui program `One Day No Rice `ini masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi nasi dari beras sebagai makanan pokok dan mulai mengganti dengan makanan pokok lain dengan bahan dari jenis umbi-umbian," katanya.
Menurut Achmad Suryana, selama ini, pemerintah telah berusaha keras mengubah pola konsumsi pangan masyarakat dengan tujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat ke arah pola makan yang beragam, bergizi seimbang, aman dan halal serta menurunkan rata- rata konsumsi beras/ kapita sebesar 1,5 persen/tahun.
Tingkat konsumsi beras per kapita Indonesia sebesar 139 kg/ tahun. Sementara untuk konsumsi kelompok padi - padian (beras, jagung dan terigu) rumah tangga sebesar 316/gram per kapita/hari.
Padahal menurut Standar Pola Pangan Harapan (PPH) seharusnya 275 gram/hari saja. Sementara itu, konsumsi umbi-umbian hanya 40 gram per kapita per hari jauh dari jumlah ideal 100 gram per kapita per hari.(ANT-S025)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kisah Sutarni jadi pelopor pertanian organik di PALI berkat program Pertamina Hulu Rokan
10 June 2026 13:16 WIB
Pertamina EP Adera Field bangkitnya asa masyarakat Desa Pengabuan melalui Program Permata
07 November 2025 14:55 WIB
Program Sinergi Semambu dongkrak produktifitas pertanian dengan metode organik
26 October 2024 5:52 WIB, 2024
Petani OKU Timur garap 5.000 ha lahan optimalisasi program Kementerian Pertanian
06 September 2024 14:15 WIB, 2024
OKU Timur peroleh program optimalisasi lahan dari Kementan seluas 10.000 Ha
06 July 2024 18:10 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Sidang mantan Gubernur Bengkulu bakal disiarkan langsung, antisipasi pengunjung membludak
17 April 2025 9:27 WIB, 2025