Sering berkelahi di sekolah Riza geluti karate
Jumat, 4 Mei 2012 9:32 WIB
Riza Pradipta (FOTO antarasumsel.com/dolly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sering berkelahi di sekolah semasa belia melatari Riza Pradipta menggeluti olahraga karate.
"Saya sering berkelahi dengan teman saat SD, ini yang membuat ayah menyuruh jadi atlet karate," kata Riza di Palembang, Jumat.
Selain itu, latar belakang kedua orang tua sebagai atlet Sumatera Selatan membuatnya mudah ditempa secara mental.
"Ayah atlet atletik dan ibu atlet voli, jadi memang sejak kecil berada di lingkungan olahragawan," kata Riza.
Dukungan kedua orangtua membuat prestasinya menembus tingkat nasional seperti medali emas Pekan Olahraga Mahasiswa tahun 2007, medali perunggu seleksi kejuaraan dunia WKF tahun 2011.
Riza juga meraih medali perunggu pada prakualifikasi PON tahun 2011 di kelas 67 kg.
Kebanggaan pun muncul pada dirinya berkat prestasi itu dapat meringankan beban orangtua, karena telah menerima uang pembinaan setiap bulan.
"Target ke depan pada PON Riau, September nanti. Tentunya saya ingin medali emas untuk membahagiakan kedua orangtua," kata atlet kelahiran Palembang, 22 Januari 1990 ini.
Pada PON mendatang ia memprediksi bakal bertemu Gisyar (Sumatera Utara), yang membela Indonesia pada arena Asean Games 2010 dan SEA Games tahun 2011.
"Meski Gisyar sudah berlabel atlet nasional tapi belum tentu mengalahkan saya, karena di lapangan akan sangat berbeda. Siapa yang siap maka dia akan menang," ujar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini.
(ANT/.pso-039)
"Saya sering berkelahi dengan teman saat SD, ini yang membuat ayah menyuruh jadi atlet karate," kata Riza di Palembang, Jumat.
Selain itu, latar belakang kedua orang tua sebagai atlet Sumatera Selatan membuatnya mudah ditempa secara mental.
"Ayah atlet atletik dan ibu atlet voli, jadi memang sejak kecil berada di lingkungan olahragawan," kata Riza.
Dukungan kedua orangtua membuat prestasinya menembus tingkat nasional seperti medali emas Pekan Olahraga Mahasiswa tahun 2007, medali perunggu seleksi kejuaraan dunia WKF tahun 2011.
Riza juga meraih medali perunggu pada prakualifikasi PON tahun 2011 di kelas 67 kg.
Kebanggaan pun muncul pada dirinya berkat prestasi itu dapat meringankan beban orangtua, karena telah menerima uang pembinaan setiap bulan.
"Target ke depan pada PON Riau, September nanti. Tentunya saya ingin medali emas untuk membahagiakan kedua orangtua," kata atlet kelahiran Palembang, 22 Januari 1990 ini.
Pada PON mendatang ia memprediksi bakal bertemu Gisyar (Sumatera Utara), yang membela Indonesia pada arena Asean Games 2010 dan SEA Games tahun 2011.
"Meski Gisyar sudah berlabel atlet nasional tapi belum tentu mengalahkan saya, karena di lapangan akan sangat berbeda. Siapa yang siap maka dia akan menang," ujar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini.
(ANT/.pso-039)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Residivis penyerang Mapolres OKI tewas ditembak, sempat berkelahi dengan petugas piket
28 June 2020 23:05 WIB, 2020
Oknum polisi tak pakai masker malah ajak berkelahi saat diingatkan Polantas di Pos PSBB
25 May 2020 15:27 WIB, 2020
Rumah pesepak bola Tottenham Dele Alli disatroni maling, korban sempat berkelahi dengan perampok
14 May 2020 9:54 WIB, 2020
Penyanyi One direction ditahan di LA karena berkelahi dengan Paparazzi
05 March 2017 12:38 WIB, 2017