Palembang, (ANTARA News) - Total pendapatan di dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sumatera Selatan, tahun 2012 sekitar 61,12 persen adalah dari pemerintah pusat.

"Artinya, kita masih cukup tergantung dengan pemerintah pusat," kata juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Sumsel, H Muhammad Tukul di Palembang, Senin.

Menurut dia, mereka menyambut baik potensi peningkatan pendapatan daerah tahun 2012 sebesar Rp4,939 triliun atau meningkat sebesar 31,37 persen dari tahun sebelumnya.

Dana perimbangan yang merupakan kewajiban pemerintah pusat mengucurkan sebesar Rp2,205 triliun atau menyumbang sekitar 44,64 persen dari total pendapatan daerah, katanya.

Ia menyatakan, termasuk yang signifikan dari sektor pendapatan RAPBD tahun 2012 ini adalah dana bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp814,067 miliar, atau menyumbang sekitar 16,48 persen dari total pendapatan.

Sebelumnya penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat langsung ke kabupaten dan kota. Jadi, total pendapatan RAPBD tahun 2012 sekitar 61,12 persen adalah dropping dari pemerintah pusat, ujar dia.

Ia mengatakan, ternyata prestasi kinerja peningkatan RAPBD tahun 2012 bisa dilihat dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,899 triliun, atau meningkat Rp212,702 miliar dari tahun sebelumnya atau sebesar 12,61 persen.

Upaya-upaya menaikkan PAD perlu terus ditingkatkan selama tidak keluar dari peraturan perundangan yang berlaku.

Salah satu upaya adalah dibuatnya regulasi peraturan perundang-undangan di daerah (Perda) yang menyangkut peningkatan PAD, tutur dia.

Salah satu kebijakan yang dilakukan pada tahun 2011 adalah pemutihan pajak kendaraan bermotor dan biaya balik nama kendaraan bermotor, kata Tukul.

Sementara Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Sumsel, Agus Sutikno menyatakan, RAPBD tahun 2012 direncanakan sebesar Rp5,1 triliun.

Pada sisi penerimaan total pendapatan daerah Rp4,9 triliun atau naik 31,37 persen dibanding tahun 2011, terdiri atas PAD sebesar Rp1,8 triliun atau naik 12,61 persen, dana perimbangan Rp2,2 triliun atau naik 10,87 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp834,4 miliar atau naik sekitar 896,75 persen, demikian wakil rakyat.
(ANT/KR-SUS)