Logo Header Antaranews Sumsel

Tren Lebaran 2026: Chanel dan Dior jadi tas mewah paling banyak disewa

Jumat, 20 Maret 2026 09:22 WIB
Image Print
Tas Chanel. (Chanel/Inez-Vinoodh)

Jakarta (ANTARA) - Platform sewa tas bermerek Lavergne.id membeberkan bahwa Dior dan Chanel menjadi merek tas yang paling sering diincar masyarakat untuk disewa menjelang Lebaran.

"Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya," kata tim Sales dan Marketing Lavergne.id Edha Clarissa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Clarissa menyebut kebanyakan penyewa berasal dari kalangan profesional dan berusia 30 tahunan. Seluruh tas yang disediakan oleh pihaknya disewakan dengan harga yang berbeda-beda dan tergantung dari jenis tas.

Harga yang ditawarkan bisa mulai dari Rp300 ribu sampai Rp1,5 juta untuk sekali sewa. Dia menyampaikan penentuan harga yang diberikan pada konsumen bergantung dari tipe merek dan kondisi tas yang diminati.

Omzet dari penyewaan tas bermerek tersebut, katanya, bisa mencapai sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta menjelang Lebaran tiba.

Meski demikian, tingginya minat masyarakat untuk menyewa tas bermerek perlu diantisipasi oleh pihak yang menyediakan jasa sewa. Clarissa mengatakan sebagai bentuk antisipasi, Lavergne.id melakukan screening pada awal proses pendataan konsumen dengan ketat dan memberlakukan sistem deposito.

Hal tersebut dimaksudkan supaya tas bermerek yang disewakan tidak hilang atau dibawa kabur oleh konsumen.

Menanggapi fenomena sewa tas bermerek tersebut, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta menyebut kebiasaan menyewa tas mewah menjelang Lebaran merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap penerapan gaya hidup yang cerdas.

“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” kata Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna.

Dana menilai masyarakat mulai mempertimbangkan nilai guna dari produk yang dipakai.

Alih-alih membeli barang mahal yang mungkin hanya dipakai satu atau dua kali saat silaturahmi, mereka memilih menyewa agar tetap tampil prima dengan biaya yang lebih terukur.

Dia menyoroti hal tersebut menunjukkan kedewasaan konsumen dalam mengelola anggaran tanpa mengorbankan penampilan.

Menurutnya, tas mewah yang paling banyak diincar merupakan merek-merek desainer lokal papan atas dan merek internasional ternama yang sudah cukup familier di telinga masyarakat.

Di sisi lain, fenomena itu dapat dijadikan sebagai solusi pengurangan sampah dan cara untuk mewujudkan fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion).

Sebab, konsep sewa menyewa ini selaras dengan prinsip ekonomi sirkular. Dengan menyewa, masa pakai satu produk menjadi lebih panjang karena digunakan oleh banyak orang secara bergantian.

Hal ini secara otomatis menekan produksi berlebih dan membantu mengurangi tumpukan limbah pakaian (landfill) serta dampak mikroplastik dari proses produksi massal.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026