Logo Header Antaranews Sumsel

Ekonom proyeksikan harga emas dunia tembus ratusan juta rupiah di 2030

Jumat, 23 Januari 2026 17:29 WIB
Image Print
Arsip foto - Petugas menata emas batangan di butik emas logam mulia ANTAM Setia Budi, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik telah menyebabkan investor mengalihkan aset investasi mereka ke emas, dari instrumen investasi lain terutama mata uang dolar AS.

“Pasca perang Rusia dan Ukraina, dolar Rusia dibekukan, sehingga dunia itu menyadari kita nggak bisa megang dolar lagi,” ujar Hans Kwee.

Selain itu, pasca Donald Trump menjadi Presiden AS, Ia menjelaskan bahwa perang dagang telah merugikan investor, yang menyebabkan mereka semakin meninggalkan instrumen mata uang dolar AS dan beralih ke instrumen emas.

Tidak hanya investor, lanjutnya, berbagai bank sentral dunia pun turut melakukan aksi beli instrumen emas.

“Jadi kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah, meninggalkan dolar (AS) dengan memegang emas,” ujar Hans Kwee.

Berdasarkan proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, Hans mengungkapkan harga emas global diproyeksikan tumbuh 20 persen pada tahun ini.

Harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar ke level 4.957,10 dolar AS per troy ons pada Jumat, pukul 05.36 GMT. Bahkan, harga emas secara intraday sempat menyentuh level 4.966,59 dolar AS per troy ons.

Dari dalam negeri, Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, mengalami lonjakan drastis Rp90.000 dari semula Rp2.790.000 menjadi Rp2.880.000 per gram

‎‎Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut meroket ke angka Rp2.715.000 dari awalnya Rp2.635.000 per gram.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekonom proyeksikan harga emas dunia tembus ratusan juta rupiah di 2030



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026