Dishub Sumsel antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru 2025

id Sumsel,dishub sumsel,rump check,nataru

Dishub Sumsel antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru 2025

Kadishub Sumsel, Ari Narsa. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri.

Palembang (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kadishub Sumsel Ari Narsa di Palembang, Jumat, mengatakan mobilitas warga diperkirakan meningkat sebesar 5–10 persen pada momen tersebut jika dibanding hari normal.

Untuk lonjakan arus perjalanan diprediksi terjadi mulai sepekan sebelum masa libur Nataru. Seluruh moda transportasi, baik darat, laut maupun udara, diperkirakan mengalami peningkatan.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub Sumsel mulai melakukan pengecekan sarana dan prasarana transportasi. Petugas keamanan diturunkan untuk melakukan ramp check terhadap bus dan kendaraan umum yang akan melayani perjalanan jarak jauh maupun kendaraan yang akan menyeberang.

“Sesuai instruksi Kementerian Perhubungan, kita mulai ramp check bus-bus dan kendaraan yang akan menyeberang,” katanya.

Pemeriksaan juga difokuskan pada moda transportasi yang beroperasi melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api, terutama armada yang tergabung dalam Organda serta Perusahaan Otobus (PO) antarkota dan antarprovinsi. Kendaraan travel turut menjadi sasaran pengecekan.

Selain itu, Dishub Sumsel akan mendirikan 20–25 posko khusus Nataru. Posko tersebut mulai dioperasikan sekitar satu hingga dua pekan sebelum puncak arus libur dan dijaga oleh personel gabungan yang ditugaskan melalui apel persiapan.

Aris mengimbau masyarakat yang akan bepergian untuk memastikan kondisi kendaraannya tetap prima dan menghindari memaksakan diri berkendara saat mengantuk atau kelelahan.

“Harapannya tidak ada kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru,” kata dia.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.