
Dinkes Kota Palembang sosialisasi tingkatkan daya tahan tubuh saat musim hujan

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan menyosialisasikan cara meningkatkan daya tahan tubuh saat musim hujan, guna mewaspadai penyakit seperti demam berdarah, diare, influenza, leptospirosis, hingga penyakit kulit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan di Palembang, Senin, mengatakan saat ini Kota Palembang khususnya mengalami musim hujan.
Adapun penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan antara lain influenza (batuk dan pilek), demam berdarah dengue, diare, leptospirosis, dan penyakit kulit.
Menurut dia penyakit - penyakit tersebut lebih mudah menyebar karena kelembaban tinggi, genangan air, dan penurunan imunitas tubuh akibat cuaca dingin.
"Penyakit - penyakit tersebut lebih mudah menyebar karena kelembaban tinggi, genangan air, dan penurunan imunitas tubuh akibat cuaca dingin," katanya.
Ia menambahkan cara menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan ini yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup. Kemudian dengan beristirahat. Lalu para orang tua juga khususnya untuk meningkatkan strategi ini kepada anak - anak.
Selain itu, upaya mencegah penyakit mudah menyebar lainnya seperti demam berdarah, pihaknya terus membagikan abate, dan layanan fogging gratis untuk penanganan.
Dinkes Palembang juga menggalakkan program 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
"Selain itu pembagian abate terus kami lakukan karena itu bagian dari gerakan serentak PSN DBD di tingkat kecamatan," katanya pula.
Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo mengatakan berdasarkan model prakiraan probabilistik curah hujan bulan Oktober 2025, terdapat indikasi potensi atau prediksi curah hujan tinggi bulan November 2025 pada beberapa kecamatan di wilayah kota/kabupaten dengan status waspada.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
