
AS blokir upaya Nvidia jual cip AI canggih ke China

Dalam sebuah acara Nvidia sebelum keberangkatan Trump ke Asia, Huang menyatakan kekhawatirannya tentang potensi AS meninggalkan pasar China.
"Saya sangat berharap Presiden Trump akan membantu kami menemukan solusi. Saat ini, kami berada dalam posisi sulit," kata Huang dalam laporan tersebut.
Meski pertemuan bilateral antara Trump dan Xi tidak menghasilkan kesepakatan perdagangan, kedua pemimpin tersebut membuat beberapa konsesi, termasuk mengenai fentanil dan tarif, dan sepakat untuk melanjutkan diskusi dalam waktu dekat, termasuk mengenai cip dan kontrol ekspor.
Pada Januari, Departemen Perdagangan AS merilis sebuah dokumen yang menyatakan bahwa AS memberlakukan pembatasan baru pada ekspor cip canggih dan model AI untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah penggunaan teknologi itu oleh negara-negara yang tidak bersahabat.
Menurut departemen tersebut, pembatasan itu dimaksudkan untuk mencegah negara-negara musuh menggunakan teknologi AI untuk mengembangkan senjata, serangan siber, atau pengawasan massal.
Pada saat yang sama, badan tersebut memastikan bahwa akses ke teknologi canggih akan tetap dijaga bagi mitra dan sekutu terpercaya Washington. China mengkritik keputusan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS blokir upaya Nvidia jual cip AI canggih ke China
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
