
Realisasi investasi di Sumsel tembus Rp49,82 triliun hingga triwulan III

Palembang (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp49,82 triliun hingga triwulan III tahun 2025.
Pelaksana Tugas Sekretaris DPMPTSP Sumsel Eko Agusrianto, di Palembang, Senin, mengatakan hingga triwulan III-2025, realisasi investasi Rp49,82 triliun, dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) Rp11,11 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp38,71 triliun.
Terdapat lima subsektor tertinggi untuk realisasi PMA, yaitu sektor industri kertas dan percetakan, sektor industri kimia dan farmasi, sektor listrik gas dan air, sektor industri makanan, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.
Sedangkan, lima subsektor untuk realisasi PMDN, yaitu sektor pertambangan, sektor transportasi gudang dan telekomunikasi, sektor industri kimia dan farmasi, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, dan sektor konstruksi.
"Untuk jumlah serapan tenaga kerja dari nilai investasi itu terdata sebanyak 47.025 orang," katanya pula.
Realisasi itu mencapai 117,22 persen atau melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025 Sumsel sebesar Rp42,5 triliun. Sedangkan, capaian itu masih 63,18 persen dari target nasional tahun 2025 senilai 78,85 triliun.
Meskipun demikian, pihaknya tetap mendorong realisasi investasi dapat memenuhi target, dengan membantu mengatasi kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam berinvestasi.
Kemudian, menyiapkan sejumlah regulasi untuk kemudahan investasi telah diterbitkan di Sumsel. Selain itu, diharapkan perubahan pada Peraturan Pemerintah PP 5 Tahun 2021 menjadi PP 28 Tahun 2025 dapat mendorong realisasi investasi di daerah, khususnya di Sumsel.
"Kami juga membuka jalur Klinik Investasi dan fasilitasi kendala untuk mendorong potensi dan peluang investasi di Sumsel, termasuk kajian dan promosinya," kata Eko lagi.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
