Logo Header Antaranews Sumsel

Pengobatan inovatif pasien kanker makin beragam

Rabu, 15 Oktober 2025 11:16 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pita kepedulian terhadap kanker payudara. ANTARA/HO-Pexels.

Melalui penguatan sinergi lintas sektor, khususnya bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan komitmen bersama terhadap percepatan akses terapi kanker payudara, telah diterbitkan Nomor Izin Edar bagi dua produk AstraZeneca pada Oktober 2024 dan September 2025 yakni terapi berbasis antibody-drug conjugate (ADC) dan inovasi terapi hormonal generasi baru.

Ia menekankan kemajuan sains dalam penanganan kanker payudara ini akan semakin bernilai jika diiringi dengan akses yang merata bagi seluruh pasien.

Melalui peran aktif pemerintah dalam regulasi, pembiayaan, dan kemitraan lintas sektor, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memastikan pasien kanker payudara dapat menikmati manfaat dari terapi inovatif terkini dan sejajar dengan perkembangan ilmu pengetahuan global.

Hal ini menjadi krusial mengingat kanker payudara adalah kanker yang paling sering diderita wanita di Indonesia dan tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.

“Terbitnya regulasi BPOM yang mempersingkat jalur reliance menjadi 90 Hari Kerja menjadi bukti komitmen kuat dalam menghadirkan solusi kesehatan yang lebih relevan dan memberikan harapan baru bagi pasien kanker payudara dan keluarganya,” ujar Esra.

Terobosan ilmiah disampaikannya bukan hanya langkah maju dalam bidang medis, melainkan kesempatan nyata untuk meningkatkan harapan hidup pasien kanker payudara di Indonesia.

Inovasi ini sekaligus menjadi titik penting dalam mendorong sistem kesehatan yang lebih adil dan merata.

 

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengobatan inovatif pasien kanker makin beragam

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026